Selandia Baru Laporkan Kematian Pertama Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern selama konferensi pers peringatan setahun teror penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, 13 Maret 2020.[REUTERS]

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern selama konferensi pers peringatan setahun teror penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, 13 Maret 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Selandia Baru mencatat kematian pertama virus Corona pada Ahad dan jumlah orang yang terinfeksi virus naik sebanyak 63 kasus menjadi total 514 kasus.

    Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield, mengatakan pasien meninggal adalah perempuan berusia 70-an dan awalnya didiagnosis menderita influenza, dikutip dari Reuters, 29 Maret 2020.

    Pasien yang meninggal itu berasal dari dari West Coast. Dia meninggal Ahad pagi di Rumah Sakit Gray Base di Greymouth dan dinyatakan positif terkena virus pada hari Jumat, dikutip dari RNZ.

    "Dapat dimaklumi jika keluarga ingin meluangkan waktu untuk berduka," kata Dr. Bloomfield. "Berita sedih terakhir ini memperkuat langkah kita untuk menyiagakan level empat."

    Bloomfield mengatakan 21 staf DHB (Dewan Kesehatan Distrik) yang merawat perempuan itu ketika diagnosisnya dianggap sebagai influenza telah diminta untuk melakukan isolasi sendiri.

    Bloomfield mengatakan dia dirawat di rumah sakit selama dua atau tiga hari sebelum dites virus.

    Pasien dikabarkan pernah melakukan perjalanan luar negeri tetapi itu masih diselidiki.

    Sejauh ini belum ada kontak dekat pasien itu yang sudah diuji.

    Warga Selandia Baru membeli logistik untuk persiapan lockdown di supermarker Pak'nSave di Christchurch setelah penyebaran virus Corona (COVID-19), 23 Maret 2020.[REUTERS]

    Sementara Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan kematian ini adalah hari yang sangat menyedihkan, tetapi mengatakan ini alasan mengapa Selandia Baru mengingatkan level siaga ke tingkat empat.

    "Ini berita yang menghancurkan," katanya, dikutip dari New Zealand Herald.

    Ardern mengatakan lebih banyak orang akan jatuh sakit dan warga Selandia Baru yang lebih tua adalah yang paling berisiko.

    "Kematian hari ini adalah pengingat pertarungan yang kita miliki di tangan kita."

    Ardern kembali meminta warga Selandia Baru untuk tinggal di rumah untuk menghancurkan rantai penyebaran dan menyelamatkan nyawa.

    Ardern mengatakan sarung tangan dan masker bedah dikenakan oleh staf yang merawat pasien itu, tetapi kacamata mata pada awalnya tidak dipakai.

    Ardern mengatakan dia belum melakukan kontak dengan keluarga pasien virus Corona yang meninggal karena mereka telah meminta privasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.