Satu Keluarga di India Termasuk Bayi 9 Bulan Kena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi virus Corona. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu keluarga di Bengal barat, India, yang terdiri dari lima anggota keluarga pada Jumat, 27 Maret 2020, dinyatakan positif terjangkit virus corona atau COVID-19. Dalam satu keluarga itu terdapat tiga anak yang berumur 11 tahun, 6 tahun dan bayi 9 bulan.

    Identitas keluarga itu tidak dipublikasi. Si ibu, 27 tahun, diketahui melakukan kontak dengan seseorang yang baru pulang dari Inggris. Orang itu kemudian diketahui positif virus corona baru-baru ini.

    “Orang tersebut kuliah di Inggris dan sudah berada dalam karantina di New Delhi setelah dia pulang dari Inggris. Akan tetapi, dia melanggar aturan protokol karantina dan datang ke Tehatta untuk berpartisipasi dalam sebuah acara keluarga disana. Ibu itu lalu datang dan melakukan kontak dengan orang yang baru pulang dari Inggris tersebut yang belakangan baru diketahui positif virus corona dan dalam perawatan di sebuah rumah sakit di Delhi,” kata sebuah sumber resmi, seperti dikutip dari ndtv.com.

    Suasana sepi di sebuah mall setelah pemerintah Gujarat melarang pertemuan di ruang publik setelah meluasnya virus corona atau Covid-19 di Ahmedabad, India, 16 Maret 2020. REUTERS/Amit Dave

    Kasus ini terbongkar setelah ibu itu mengunjungi sebuah klinik di Tehatta karena mengalami gejala mirip virus corona. Petugas Departemen Kesehatan India mengatakan delapan anggota dari keluarga tersebut sejak 23 Maret lalu sudah dikarantina di sebuah pusat isolasi di Nadia, India. Lima orang dari delapan anggota keluarga itu sudah positif tertular virus corona.   

    Kondisi ini juga telah membuat 18 tetangga dari keluarga tersebut diisolasi. Petugas berwenang akan melakukan tes virus corona pada mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.