Medvedev: Kami Tak Takut Apa Pun, Termasuk Perang Dingin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Moskow: Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengaku tak takut akan imbas pengakuan kemerdekaan negara bagian Georgia, termasuk kemungkinan meletusnya perang dingin. Kemarin pemerintah Rusia mengumumkan pengakuan kemerdekaan Abkhazia dan Ossetia Selatan.

    Pengumuman Medvedev ini mengabaikan permintaan kuat dari negara penentang, Eropa dan Amerika Serikat, dan mensinyalkan keinginan pemerintah Kremlin untuk negara tetangganya meski dengan risiko memutuskan hubungan dengan Barat.

    "Kami tak takut apa pun, termasuk kemungkinan Perang Dunia," ujar Medvedev usai pengumuman kemerdekaan dan satu hari setelah parlemen mendukung pengakuan kemerdekaan ini seperti dilansir Associated Press, Rabu (28/8).

    Meski risiko benturan militer dengan Barat belum terlihat, kurangnya diplomasi tingkat tinggi antara Gedung Putih dan Kremlin telah menambah kegelisahan, setidaknya mengeskalasi krisis.

    Medvedev juga mengatakan militer Rusia akan bereaksi atas sistem pertahanan rudal Amerika Serikat di Eropa. Washington mengatakan sistem itu guna membalas serangan dari Iran dan Korea Utara, namun Rusia mengatakan sistem itu diarahkan untuk melumpuhkan nuklir Rusia.

    Pernyataan Medvedev yang ditayangkan nasional televisi, menginspirasikan perayaan di jalan-jalan. Di ibukota Ossetia Selatan, Tskhinvali, sebuah parade mobil mengibarkan bendera Ossetia Selatan dan Rusia serta membunyikan klakson, wanita menangis bahagia dan para pria menembakkan senjatanya ke udara.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang terkejut dengan cepatnya respon Rusia, mengancam memveto di Dewan Keamanan agar Rusia meminta pengakuan internasional atas daerah itu.

    "Abkhazia dan Ossetia Selatan dikenal internasional sebagai bagian dari Georgia dan akan tetap seperti itu," ujar Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice.

    Jerman dan Perancis juga mengkritik keputusan Medvedev itu, sementara Kementerian Luat Negeri Inggris mengatakan hal itu "tidak meningkatkan prospek perdamaian di Kaukasus."

    AP | RIEKA RAHADIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.