Tsunami Politik dari Anwar Ibrahim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bukit Mertajam: Datuk Seri Anwar Ibrahim menggambarkan kemenangannya dalam pemilihan sela di Permatang Pauh sebagai “tsunami politik kedua" dan itu merupakan kemenangan rakyat.

    “Kemenangan ini terjadi karena komitmen dan keberanian yang ditunjukkan oleh rakyat," katanya seperti yang dikutip The Star, Rabu (27/8).

    “Rakyat ingin berubah demi kebebasan dan keadilan. Mereka menginginkan perekenomian yang menguntungkan bagi semua," kata Anwar saat menyambut para pendukungnya setelah dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan sela untuk parlemen kemarin.

    Anwar, Penasehat Partai Keadilan Rakyat (PKR) memperoleh 31.195 suara, mengalahkan calon Barisan Nasional (BN), Datuk Arif Shah Omar Shah yang mendapat 15.524 undi. Satu orang lagi calon dari Angkatan Keadilan Insan Malaysia (Akim), Hanafi Mamat, hanya mendapatkan 92 suara.

    Sebanyak 47.356 atau 81,01 persen dari 58,459 pemilih yang terdaftar pada pemilu sela yang diadakan setelah kursi tersebut dikosongkan oleh Presiden PKR, Datuk Seri Dr Wan Azizah Ismail untuk memberi kesempatan kepada suaminya untuk bertanding lagi di Permatang Pauh, sebuah kota kecil di negara bagian Penang.

    Anwar memegang kursi itu sejak 1982, tetapi tidak bertanding pada pemilihan umum 1999 lantaran kasus sodomi dan suap yang dihadapinya.

    BOBBY CHANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.