Turki Tuding Arab Saudi Sembunyikan Kasus Virus Corona, Mengapa?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pegawai pemkot yang mengenakan pakaian pelindung mendisinfeksi sebuah kedai kopi di distrik Karaagac untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di dekat perbatasan Pazarkule Turki yang berbatasan dengan Kastani Yunani, di Edirne, Turki, 10 Maret 2020. [REUTERS / Murad Sezer]

    Seorang pegawai pemkot yang mengenakan pakaian pelindung mendisinfeksi sebuah kedai kopi di distrik Karaagac untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di dekat perbatasan Pazarkule Turki yang berbatasan dengan Kastani Yunani, di Edirne, Turki, 10 Maret 2020. [REUTERS / Murad Sezer]

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki menuduh Arab Saudi menyembunyikan jamaah terinfeksi virus Corona di antara jamaah umrah sehingga menghambat upaya  internasional mencegah penyebaran virus itu.

    Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu kemarin mengatakan, kasus infeksi Corona pertama Turki terdeteksi setelah tes Corona dilakukan  para jamaah yang kembali dari umrah di Arab Saudi. 

    "Arab Saudi tidak menginformasikan kami atau dunia mengenai kasus ini," kata Soylu sebagaimana dilaporkan Anadolu, media pemerintah Turki dan dikutip Middle East Eye, 26 Maret 2020.

    Menteri Kesehatan, kata Soylu, mengambil langkah tepat setelah kasus pertama dipantau dan menempatkan para jamaah di pusat isolasi.

    Lebih dari 10 ribu jamaah yang kembali dari Arab Saudi dikarantina oleh otoritas Turki untuk memutus rantai penularan virus Corona.

    Turki menyatakan kemarin, ada 16 pasien tewas akibat infeksi virus Corona. Sehingga total jumlah kematian sudah 75 orang.

    Sedangkan total jumlah pasien terinfeksi virus Corona telah mencapai 3.629 orang setelah kemarin dilakukan tes terhadap 7.286 orang.

    Sedangkan jumlah kasus Corona di Turki mencapai 40 ribu kasus setelah menerima alat rapid tes Corona sebanyak 50 ribu yang mampu memberitahu hasil tes dalam 15 menit. Alat rapid tes Corona ini dipasok dari Cina.

    Turki juga menggunakan obat dari Cina untuk merawat pasien yang terjangkit virus Corona.

    Sejak kasus virus Corona pertama ditemukan, pemerintah Turki mengambil langkah cepat menghambat penyebaran virus dengan menutup sekolah, kampus, kafe, meniadakan ibadah bersama, dan membatalkan pertandingan atau pertandingan olah raga.

    Turki juga menangguhkan penerbangan ke sejumlah negar untuk membatasi penularan virus Corona.

    Pemerintah Turki juga membatasi jam buka grosir, toko, dan supermarket, yakni buka jam 9 pagi dan tutup jam 9 malam. Syaratnya, hanya maksimum satu pembeli untuk setiap 10 meter persegi.

    Lansia berusia 65 tahun ke atas dan yang menderita sakit kritis diwajibkan tinggal dalam rumah, dan sebagian besar ruang publik di Turki untuk sementara ditutup supaya menghambat penularan virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.