Tentara Israel Bersenjata Jaga Lockdown Virus Corona Mulai Minggu

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan jalan yang biasanya sibuk terlihat sepi ketika Israel memperketat kebijakan nasional tinggal di rumah setelah penyebaran penyakit virus Corona (COVID-19) di Yerusalem 22 Maret 2020. [REUTERS / Ronen Zvulun]

    Pemandangan jalan yang biasanya sibuk terlihat sepi ketika Israel memperketat kebijakan nasional tinggal di rumah setelah penyebaran penyakit virus Corona (COVID-19) di Yerusalem 22 Maret 2020. [REUTERS / Ronen Zvulun]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 500 tentara Israel mulai hari Minggu ini dikerahkan untuk membantu polisi memastikan penduduk mematuhi lockdown guna memutus rantai penularan virus Corona.

    Dalam pernyataan resmi militer Israel disebutkan, tentara bersama para petugas kepolisian patroli mengisolasi dan mengamankan kawasan tertentu, memblokir rute dan aturan lainnya.

    Reuters mengutip pernyataan pejabat militer Israel Jonathan Conricus dalam pengarahannya pekan ini bahwa personel tentara Israel tidak akan dilengkapi senjata. Ini karena peran mereka sebagai pendukung atau tambahan terhadap kerja polisi di bawah aturan baru sehubungan pandemi Corona.

    The Times of Israel melaporkan sebaliknya bahwa tentara akan dipersenjatai. Namun pihak militer Israel tidak segera menjelaskan alasan mempersenjatai tentara. Padahal sebelumnya tentara itu dikatakan tidak dipersenjatai karena mereka berperan sebagai pendukung polisi.

    Israel sedang mempersiapkan lockdown guna memutus rantai penularan virus Corona. Untuk itu, militer akan mengerahkan 2.000 hingga 3.000 tentara untuk membantu polisi.

    "Para tentara akan menjalani pelatihan untuk misi ini dan bersiap untuk melakukan operasi di wilayah sipil," kata badan keamanan Israel, IDF.

    Setiap satu batalion tentara akan dikerahkan di delapan distrik kepolisian Israel selama pemberlakuan lockdown.

    Kementerian Kesehatan Israel melaporkan hingga pagi tadi, ada 3.035 kasus infeksi virus Corona terkonfirmasi.Sebanyak 10 orang meninggal, 49 orang dalam kondisi kritis dan 60 pasien dalam kondisi sakit. Sebanyak 2.838 orang hanya merasakan gejala ringin. Sebanyak 79 orang sepenuhnya sembuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.