6 Fakta Ini Pemicu AS Hadapi Pandemi Corona Terburuk

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan di jalan 34th Street dan 11 ave, kota New York, Amerika Serikat, 21 Maret 2020.[New York Post/Daniel William McKnight]

    Pemandangan di jalan 34th Street dan 11 ave, kota New York, Amerika Serikat, 21 Maret 2020.[New York Post/Daniel William McKnight]

    TEMPO.CO, Jakarta -Situasi pandemi Corona atau Covid-19 di Amerika Serikat semakin parah dengan jumlah kasus positif infeksi kini tertinggi di dunia mengalahkan Cina dan Italia.

    Sementara jumlah kematian pun terus meroket hingga lebih dari seribu orang hingga kemarin. Khusus di New York, pusat penularan Corona yang paling parah di AS, dalam sehari terjadi 100 kematian baru.

    Mengapa begitu buruk dampak virus Corona di AS dalam hitungan sebulan sejak kasus pertama ditemukan?

    1. Presiden Donald Trump tidak tegas membuat keputusan untuk segera melakukan langkah pencegahan. Bahkan Trump lebih fokus menyerang Cina dengan pernyataan-pernyataan yang menambah ketegangan hubungan kedua negara. Trump menyebut "Virus Cina".

    2. Alhasil negara-negara bagian membuat aturan masing-masing untuk mencegah penularan virus Corona. Sehingga tidak terkoodinasi secara nasional.

    3. Presiden Trump tidak tegas memberlakukan lockdown maupun kebijakan jaga jarak atau social distancing sebagaimana saran Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

    4. Ketidaksiapan sistem kesehatan untuk menyediakan peralatan yang penting bagi pasien seperti masker, alat bantu pernafasan atau ventilator, dan tempat tidur bagi pasien. Kabar baiknya, industri fashion di AS mengalihkan produksinya membuat masker dan perlengkapan bagi paramedis agar terhindar dari infeksi Corona.

    5. Paramedis seperti dokter dan perawat kekurangan peralatan tes Covid-19 yang dibutuhkan. Bahkan paramedis tidak dapat melindungi diri mereka sendiri secara maksimal karena keterbatasan peralatan perlindungan diri mereka dari penularan virus tersebut.

    6. Jumlah dokter dan perawat yang kurang menghadapi ratusan hingga ribuan pasien setiap hari. Gubernur New York Andrew Cuomo, seperti dilaporkan Al Jazeera, meminta tambahan dokter dan perawat di samping peralatan medis dan tempat tidur pasien.

    6. Masyarakat AS yang belum sepenuhnya peduli untuk melakukan upaya memutus rantaI pandemi Corona. Bahkan di beberapa kota masih ada sekolah atau taman bermain yang belum ditutup. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.