Pemimpin Singapura Belasungkawa atas Wafatnya Ibunda Jokowi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo. Instagram Joko Widodo

    Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo. Instagram Joko Widodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden dan Perdana Menteri Singapura menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ibunda Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, Ibu Sudjiatmi Notomihardjo.

    Melalui pernyataan Facebook Kedutaan Besar Singapura di Jakarta pada 26 Maret, Presiden Halimah Yacob dan PM Lee Hsien Loong telah menulis surat ucapan simpati ke Presiden Jokowi atas meninggalnya Ibu Sudjiatmi Notomihardjo.

    "Suami saya Mohamed dan saya sedih dengan meninggalnya ibunda Anda tersayang Ibu Sudjiatmi Notomihardjo. Kami menyampaikan belasungkawa kami yang terdalam, dan berharap Anda dan keluarga Anda akan menemukan pelipur lara dan kekuatan selama masa sulit ini," tulis Halimah Yacob.

    Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan istrinya, Ho Ching, juga mengirim ucapan belasungkawa atas meninggalnya Ibu Sudjiatmi Notomihardjo. "Meskipun kami tidak pernah memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Ibu Sudjiatmi, kami tahu bagaimana rasanya kehilangan orang tua, dan kesedihan serta rasa sakit yang harus Anda rasakan. Pikiran dan doa kami bersama Anda dan keluarga Anda selama masa sulit ini."

    Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal di Solo pada Rabu, 25 Maret 2020 pukul 16.45 WIB.

    Ibu Sujiatmi Notomiharjo meninggal dalam usia 77 tahun setelah berjuang melawan kanker tenggorakan.

    Jenazah dimakamkan di pemakaman umum (TPU) Dusun Mundu, Selokaton, Karanganyar pada Kamis. Pemakaman tersebut juga merupakan tempat peristirahatan terakhir ayah serta kakek Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.