Pangeran Charles Dituduh Serobot Antrean Tes Virus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, Duchess of Cornwall menghadiri Commonwealth Reception di London, Inggris, 9 Maret 2020. Camilla juga telah menjalani tes, namun hasilnya negatif. Aaron Chown/REUTERS

    Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, Duchess of Cornwall menghadiri Commonwealth Reception di London, Inggris, 9 Maret 2020. Camilla juga telah menjalani tes, namun hasilnya negatif. Aaron Chown/REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Netizen Inggris mempertanyakan cepatnya Pangeran Charles mendapatkan tes virus Corona (COVID-19). Beberapa bahkan menuduh Pangeran Charles mendapat perlakuan spesial karena dia adalah anggota keluarga Kerajaan. Sebab, masih banyak perawat dan tenaga medis di Inggris yang belum mendapat tes virus Corona hingga sekarang.

    "Saya mendoakan Pangeran Charles agar lekas sembuh. Tetapi, perlu diingat:

    PENTING UNTUK DITES:
    Anggota keluarga Kerajaan Inggris

    TIDAK PENTING UNTUK DITES:
    Staff NHS." ujar akun aktor David Schneider di Twitter sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Kamis, 26 Maret 2020.

    Hal senada disampaikan penulis asal Inggris James Felton. Dalam cuitannya, ia menyindir soal betapa mudahnya Charles mendapatkan test virus Corona.

    "Akan sangat bagus kalau mereka yang bekerja untuk NHS, melakukan kontak dengan ratusan orang, juga bisa mendapatkan tes (virus Corona) semudah orang yang memiliki istana untuk mengisolir dirinya," ujar Felton.

    Sebagaimana telah diberitakan, Pangeran Charles terbukti positif tertular virus Corona pada hari Rabu kemarin. Charles mengetahui hasilnya setelah menjalani tes bersama Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) di Aberdeenshire. Adapun Pangeran Charles, saat ini, tengah menjalani masa isolasi di kediamannya, Balmoral.

    Kepala Tim Medis Skolandia, Catherine Calderwood, membantah tuduhan netizen. Ia mengatakan, Charles cepat mendapat tes karena ia sudah menunjukkan gejalanya sejak akhir pekan lalu, saat berkunjung ke Skotlandia. Berdasarkan aturan yang berlaku di NHS, tes bisa dilakukan apabila seseorang menunjukkan gejala tertular virus Corona dan perlu segera dibawah ke rumah sakit.

    Di sisi lain, Charles juga telah berusia 70 tahun. Usia tersebut masuk dalam rentang usia yang rentan tertular virus Corona. Oleh karenanya, menurut Calderwood, Charles memenuhi kriteria klinis untuk segera menjalani tes virus Corona.

    Kementerian Kesehatan Inggris menyatakan hal senada. Menurut Menteri Kesehatan Junior Edward Argar, Pangeran Charles cepat diperiksa karena gejalanya sudah muncul.

    "Sejauh yang saya tahu, gejala yang diderita dan kondisi dia sudah memenuhi kriteria. Pangeran Charles tidak menyerobot antrean," ujar Argar sebagaimana dikutip dari Reuters.

    Selain Charles, anggota keluarga kerajaan lainnya yang sudah mendapat tes adalah Camilla, istri kedua Charles. Camilla menemani Charles ke Skotlandia ketika dia sudah menunjukkan gejala tertular virus Corona. Namun, Camilla mendapat tes tanpa pernah menunjukkan gejala serupa Charles.

    Sebagai tambahan, per hai ini, Inggris menjadi salah satu negara di Eropa yang paling terdampak virus Corona (COVID-19). Lockdown diterapkan di berbagai tempat untuk mencegah penyebarannya meningkat. Adapun jumlah kasus dan korban meninggal virus Corona di Inggris adalah 9.529 kasus dan 422 orang.

    ISTMAN MP | DAILY MAIL | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.