Brasil Ubah Stadion Jadi Rumah Sakit Darurat Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan dari udara memperlihatkan patung Christ the Redeemer dengan latar stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil, 16 Juli 2016. [REUTERS / Ricardo Moraes]

    Pemandangan dari udara memperlihatkan patung Christ the Redeemer dengan latar stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil, 16 Juli 2016. [REUTERS / Ricardo Moraes]

    TEMPO.CO, Jakarta - Stadion ternama Brasil, yang menjadi salah satu venue Olimpiade Rio de Janiero, akan diubah menjadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien virus Corona atau COVID-19.

    Stadion Maracana di Rio de Janiero, tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2016 dan Paralimpiade, serta final World Cup FIFA 2014, akan diubah untuk mengakomodasikan jumlah pasien COVID-19 yang semakin meningkat di Brasil.

    Dikutip dari CNN, 25 Maret 2020, stadion berkapasitas 78.000 kursi, rumah bagi pemenang 2019 Copa Libertadores Flamengo, hanyalah salah satu dari beberapa stadion dan pusat konvensi yang akan dikonversi menjadi rumah sakit dan tempat karantina COVID-19.

    Di Sao Paulo, kota dengan jumlah kasus dan kematian terbesar yang dikonfirmasi, mengumumkan bahwa 2.000 tempat tidur rumah sakit gabungan akan ditambahkan ke stadion Pacaembu dan pusat konvensi Anhembi selama beberapa minggu ke depan.

    Pesta kembang api upacara penutupan Olimpiade Rio 2016 dilihat dari udara. Penutupan berlangsung di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brazil, 22 Agustus 2016. REUTERS/Pawel Kopczynski

    Klub lain telah menawarkan fasilitas mereka untuk mengatasi penyebaran wabah virus Corona, termasuk Corinthians, Santos, Sao Paulo dan Goias, yang mengatakan akan menawarkan stadion Serrinha sebagai pusat vaksinasi.

    Konfederasi Sepak Bola Brasil menangguhkan semua sepakbola pekan lalu, di tengah pandemi virus Corona.

    Keputusan itu muncul setelah para pemain Gremio turun ke lapangan mengenakan masker wajah sebagai protes karena harus memainkan pertandingan sementara negara Amerika Selatan itu bertarung dengan COVID-19.

    Brasil memiliki 1.500 lebih kasus virus Corona dan 25 kematian yang dikonfirmasi, menurut Kementerian Kesehatan Brasil.

    Brasil mengkonfirmasi kematian pertama virus Corona pada 17 Maret. Menurut lapora Channel News Asia, pasien adalah pria berusia 62 tahun yang meninggal pada 16 Maret di kota Sao Paulo.

    Sejumlah pejabat tinggi Brasil juga dinyatakan positif virus Corona, yakni Ketua Senat Brasil Davi Alcolumbre yang dites positif pada 18 Maret; Menteri Perdagangan Luar Negeri Marcos Troyjo dites positif pada 16 Maret; dan Sekretaris Pers Kepresidenan Brasil Fabio Wajngarten yang dinyatakan positif pada setelah menemui Presiden AS Donald Trump di Florida pada 14 Maret.

    Presiden Brasil Jair Bolsonaro sempat menyebut desakan darurat virus Corona sebagai histeria massal. Media sempat melaporkan Presiden Brasil tersebut positif virus Corona mengutip sumber istana kepresidenan, namun dibantah oleh putranya kemudian.

    Jair Bolsonaro sempat menjalani tes virus Corona kedua kalinya setelah pejabat tinggi terinfeksi dan hasilnya negatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.