Milisi Boko Haram Bunuh Hampir 100 Tentara Chad

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perkampungan `internally displaced persons` (IDPs) atau pengungsi internal di kawasan Kuchigoro, Abuja, Nigeria, 15 September 2017. Pemberontakan gerakan ekstremis Boko Haram sejak 2009 telah membawa maut pada tak kurang sepuluh ribu jiwa dan mengakibatkan setidaknya dua juta jiwa mengungsi. ANTARA FOTO

    Perkampungan `internally displaced persons` (IDPs) atau pengungsi internal di kawasan Kuchigoro, Abuja, Nigeria, 15 September 2017. Pemberontakan gerakan ekstremis Boko Haram sejak 2009 telah membawa maut pada tak kurang sepuluh ribu jiwa dan mengakibatkan setidaknya dua juta jiwa mengungsi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Milisi Boko Haram membunuh hampir 100 tentara Chad dalam serangan yang paling mematikan sepanjang sejarah militer negara itu. Lebih dari 40 tentara terluka.

    Milisi Boko Haram menyerang lebih dari seratus personil tentara Chad di desa pulau Boma di kawasan Danau Chad yang penuh rawa di bagian barat negara itu pada hari Senin lalu.

    "Saya pernah terlibat dalam sejumlah operasi.., namun belum pernah dalam sejarah kami kehilangan begitu banyak manusia dalam satu waktu," kata Idriss Deby, Presiden Chad sebagaimana dilaporkan Reuters, 25 Maret 2020.

    Presiden Deby menjelaskan, sebanyak 98 tentara tewas dan 47 tentara terluka. Sejumlah truk militer Chad ikut hangus terbakar.

    Tentara Chad, Nigeria dan Niger selama bertahun-tahun berperang menghadapi milisi Boko Haram. Milisi ini telah menewaskan lebih dari 30 ribu orang dan memaksa sekitar 2 juta penduduk meninggalkan rumah mereka.

    Pasukan Chad merupakan salah satu pasukan yang sangat disegani di kawasan itu. Chad merupakan salah satu sekutu terdekat Prancis untuk memerangi terorisme di kawasan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.