3 Pekan Diserang Corona, Jumlah Kematian di Spanyol Lampaui Cina

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasien Virus Corona, tidur di lorong rumah sakit di Madrid, Spanyol. thesun.co.uk

    Sejumlah pasien Virus Corona, tidur di lorong rumah sakit di Madrid, Spanyol. thesun.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah kematian akibat infeksi virus Corona di Spanyol sudah melampaui Cina. Hingga hari ini, sudah 3.434 orang tewas dalam kurun waktu 3 minggu sejak kasus pertama ditemukan.

    Cina yang menjadi tempat pertama penemuan dan penularan virus Corona mencatat jumlah kematian sebanyak 3.285.

    Sementara jumlah kematian tertinggi di dunia terjadi di Italia dengan jumlah 6.820 orang.

    Sementara jumlah kasus infeksi virus Corona di Spanyol mencapai 47.610 kasus per hari ini.

    Spanyol mencatat temuan kasus virus Corona pertama pada 3 Maret lalu. Dan pada 14 Maret pemerintah memberlakukan lockdown. Namun, jumlah kematian dan infeksi terus bertambah.

    Pemerintah Spanyol pun mengerahkan tentara untuk menghambat penyebaran virus Corona.

    Otoritas kesehatan Spanyol berharap segera ada kejelasan apakah lockdown ini memberi efek yang diinginkan.

    "Kami mendekati puncak. Ini minggu yang sangat berat karena kami dalam tahapan pertama mengatasi virus, tahap di mana kami mendekat puncak pandemi," kata Salvador Illa, menteri kesehatan dalam pernyataan pers, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, 25 Maret.

    Seperti negara lainnya, Spanyol juga bertarung dengan kekurangan pasokan medis untuk tes kesehatan virus Corona, perawatan dan perlindungan pekerja kesehatan.

    NATO mengatakan militer Spanyol telah meminta bantuan internasional untuk penyediaan peralatan medis untuk membantu mengatasi penularan virus Corona di militer maupun masyarakat.

    Pemerintah kemarin telah meminta persetujuan parlemen untuk memperpanjang status darurat untuk 2 minggu atau hingga 11 April, sehari sebelum Paskah. Ini untuk mencegah penularan virus.

    Pejabat top kesehatan Madrid, Enrique Ruiz Escudero mengatakan krisis yang belum pernah terjadi dalam sejarah pelayanan kesehatan Spanyol menyaakan agar lockdown diperpanjang hingga melewati hari Paskah.

    Untuk melayani para pasien infeksi virus Corona yang terus bertambah, Madrid juga telah mengubah pusat pameran raksasa di Madrid menjadi rumah sakit dengan kapasitas 1.500 tempat tidur dan dapat diperluas untuk menerima hingga 5.500 pasien.

    Para pemimpin Uni Eropa menyuarakan solidaritas kepada Spanyol untuk memberikan bantuan medis.

    "Saya ingin anda tahu bahwa kami bekerja tanpa lelah untuk membantu anda, anda tidak sendiri," kata Ursula von der Leyen, Kepala Komisi Eropa.

    Dua negara anggota Uni Eropa, Italia dan Spanyol terjangkit virus Corona paling parah di dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.