PM Cina Li Keqiang Minta Pejabat Tidak Tutupi Kasus Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Cina Li Keqiang memperingatkan para pejabat setempat untuk tidak menyembunyikan kasus baru virus Corona, setelah negara itu melaporkan beberapa hari tanpa infeksi COVID-19 yang ditularkan secara lokal.

    Li, pejabat tertinggi kedua di Cina, mendesak pemerintah setempat pada Senin untuk "mencari kebenaran dari fakta" serta agar "terbuka dan transparan" dalam memberikan informasi tentang epidemi tersebut.

    "Menjadi terbuka dan transparan berarti kasus baru harus dilaporkan setelah ditemukan. Ini adalah apa adanya. Tidak boleh ada penyembunyian atau pelaporan terselubung," katanya kepada para pejabat senior yang ditugasi memerangi COVID-19 selama pertemuan yang dipimpinnya, dikutip dari CNN, 25 Maret 2020.

    Perdana menteri Cina ditunjuk sebagai kepala satuan tugas untuk melawan virus Corona pada bulan Januari. Dia mengunjungi kota Wuhan, pusat wabah, pada akhir Januari, sebulan lebih setelah awal dari tur pemimpin tertinggi Cina Xi Jinping pada bulan Maret.

    Pada pertemuan tingkat tinggi tentang penahanan virus pada hari Senin, Li mengatakan bahwa meskipun pencapaian dalam melawan virus berhasil secara nasional, masih ada risiko dalam hal kasus sporadis dan wabah regional di Cina serta ancaman yang ditimbulkan oleh wabah global, menurut media Cina, ECNS.

    Petugas polisi memberi hormat ketika seorang pekerja medis dari luar Wuhan yang akan pulang ke daerahnya, tiba di Stasiun Kereta Api, Hubei, Cina, Selasa, 17 Maret 2020. Sejumlah tenaga medis dari berbagai daerah sempat didatangkan untuk membantu penanganan corona di masa puncaknya di Hubei. REUTERS

    Pernyataan ini muncul setelah keraguan meningkat tentang situasi yang membaik secara signifikan di Cina. Pada hari Senin, tidak ada kasus COVID-19 baru yang dilaporkan di Provinsi Hubei, Cina tengah, tempat Kota Wuhan yang paling parah dilanda wabah berada, selama lima hari berturut-turut, menurut otoritas kesehatan setempat. Cina juga mulai melonggarkan lockdown Wuhan secara bertahap setelah tidak ada laporan kasus baru, dan akan dicabut sepenuhnya pada 8 April, menurut laporan Xinhua.

    Peringatan Li tampaknya juga menjadi upaya membangun kembali kepercayaan publik di tengah tuduhan yang terus-menerus bahwa pejabat setempat sengaja menyembunyikan kasus selama tahap awal wabah.

    Hal itu juga terjadi ketika Cina menghadapi peningkatan pengawasan dari luar negeri atas upaya awalnya untuk mencegah penyebaran virus di luar perbatasannya, setelah pertama kali diidentifikasi di Wuhan pada bulan Desember.

    Sejak itu, virus tersebut telah merenggut 3.281 nyawa dan membuat lebih dari 81.000 orang sakit di Cina. Virus Corona jenis baru ini telah membuat ratusan juta orang diisolasi dengan berbagai skema lockdown dan menghentikan perekonomian global.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.