Virus Corona, Warga Malaysia Berkurung di Rumah Hingga 14 April

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas polisi melepaskan sebuah drone, untuk mengingatkan warga agar tetap di rumah guna mengurangi wabah Virus Corona di Kuala Lumpur, Malaysia, 24 Maret 2020. REUTERS/Lim Huey Teng

    Petugas polisi melepaskan sebuah drone, untuk mengingatkan warga agar tetap di rumah guna mengurangi wabah Virus Corona di Kuala Lumpur, Malaysia, 24 Maret 2020. REUTERS/Lim Huey Teng

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Malaysia memperpanjang perintah untuk tinggal di rumah guna mencegah penularan virus Corona hingga 14 April mendatang.

    Perdana Menteri Muhyiddin Yassin meminta warga Malaysia mematuhi perintah itu dengan tidak keluar rumah guna memutus rantai infeksi virus Corona.

    Menurut Muhyiddin, ini merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi situasi yang tampak memburuk dari hari ke hari.

    "Kementerian Kesehatan dan Dewan Keamanan Nasional telah memberikan arahan kepada saya. Kecenderungan saat ini adalah kasus-kasus baru masih terjadi dan akan berlanjut sementara waktu hingga ia berhenti," kata Muhyiddin sebagaimana dilaporkan Channel News Asia, 25 Maret 2020.

    "Saya tahu tidak mudah untuk tinggal di rumah dalam jangka lama. Saya memastikan ada banyak tantangan. Namun kenyataanya kita tidak pernah menghadapi seperti ini sebelumnya dan kita mau mengatasinya sesegera mungkin."

    Muhyiddin memohon maaf atas pemberlakukan perintah membatasi gerakan masyarakat untuk memutus rantai infeksi virus Corona demi kebaikan dan kesehatan warga Malaysia.

    Sekalipun kebijakan pembatasan gerakan ke luar rumah diberlakukan, namun masih banyak warga Malaysia masih berada di luar rumah. Sehingga tentara dikerahkan untuk mendesak warga pulang ke rumah.

    Hingga hari ini, Malaysia melaporkan sudah 17 orang tewas diserang virus Corona dan lebih dari 1,796 kasus. Fakta ini membuat Malaysia menjadi negara dengan kasus infeksi Corona paling tinggi di Asia Tenggara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.