Virus Corona, Selandia Baru Mulai Lockdown Malam Ini

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, berpidato dalam peringatan serangan teror jamaah masjid atau National Remembrance Service di lapangan Hagley Park, Christchurch, pada Jumat, 29 Maret 2019.

    PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, berpidato dalam peringatan serangan teror jamaah masjid atau National Remembrance Service di lapangan Hagley Park, Christchurch, pada Jumat, 29 Maret 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan kepada warganya agar berperilaku seakan-akan mereka terkena infeksi virus Corona. Pemerintah Selandia Baru bakal melakukan isolasi negara atau lockdown Rabu mulai tengah malam, 25 Maret 2020.

    Ini dilakukan agar warga menghindari kontak fisik dengan sesamanya di luar rumah.

    “Sejak tengah malam hari ini, kita semua berdiam di rumah selama empat pekan untuk menghentikan rantai penyebaran virus ini,” kata Ardern kepada parlemen pada Rabu, 25 Maret 2020.

    Adern menyatakan Selandia Baru dalam keadaan darurat setelah jumlah korban infeksi virus Corona atau COVID-19 terus bertambah.

    Jumlah kasus infeksi virus Corona di negeri Kiwi ini naik 50 kasus sehingga menjadi 205 kasus.

    Secara global, jumlah kasus infeksi sebanyak 337 ribu kasus dan 16.500 orang meninggal di 190 negara. Pemerintah meminta semua orang melakukan isolasi diri dan menutup semua layanan tidak esensial, sekolah, kantor sejak malam ini.

    “Jangan salah paham, ini akan bertambah buruk sebelum membaik. Kasus infeksi akan bertambah pada pekan depan. Lalu kita akan tahu seberapa sukses kita menangani ini,” kata dia.

    Ardern mengatakan kepada parlemen lockdown dilakukan karena adanya bukti penularan dalam komunitas.

    Ardern mengatakan simulasi yang dilakukan pemerintah menunjukkan Selandia Baru bakal memiliki ribuan kasus infeksi virus Corona sebelum jumlahnya turun.

    “Jika Anda punya pertanyaan soal apa yang dapat atau tidak dapat lakukan, gunakan prinsip sederhana ini: bertindaklah seakan-akan Anda terinfeksi virus COVID-19,” kata Ardern.

    Itu berarti, lanjut Ardern,”Setiap langkah yang Anda buat menjadi risiko bagi orang lain. Itulah cara berpikir kita secara kolektif.”

    Channel News Asia melansir wabah virus Corona ini menyebar sejak Desember 2019 di Kota Wuhan, Cina bagian tengah. Meski jumlah infeksi baru virus Corona di Cina mereda, penyebaran infeksi baru justru terjadi di Eropa seperti Italia, Spanyol, Jerman dan Inggris. AS juga mengalami peningkatan jumlah infeksi virus Corona, yang membuat Presiden Donald Trump meminta bantuan alat kesehatan dari Korea Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.