Virus Corona, Australia Batasi Acara Nikah 5 Orang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung membawa papan selancar saat menikmati hari yang cerah di pantai Bondi meskipun meluasnya wabah pandemik virus corona atau COVID-19 di Sydney, Australia, 20 Maret 2020. REUTERS/Loren Elliott

    Pengunjung membawa papan selancar saat menikmati hari yang cerah di pantai Bondi meskipun meluasnya wabah pandemik virus corona atau COVID-19 di Sydney, Australia, 20 Maret 2020. REUTERS/Loren Elliott

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat Australia memperingatkan tentang akselerasi jumlah infeksi virus Corona, yang bisa membuat unit gawat darurat di negara itu kewalahan. Canberra mulai memberlakukan larangan menjaga jarak atau social distancing yang lebih ketat pada Rabu pekan ini.

    Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengumumkan tindakan pelarangan baru kegiatan operasional bisnis yang tidak esensial. Ini membuat Australia melakukan tindakan isolasi atau lockdown mirip dengan sejumlah negara di Eropa.

    “Ini adalah perubahan yang sulit, yang kami minta warga Australia lakukan,” kata Morrison lewat siaran televisi pada Selasa malam, 24 Maret 2020 seperti dilansir Reuters.

    Pemerintah Australia memperketat jumlah orang yang boleh menghadiri acara pernikahan menjadi lima orang, yaitu kedua mempelai, dua saksi, dan satu tamu. Sedangkan jumlah orang yang menghadiri pemakaman adalah sepuluh orang.

    Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Sumber: Tracey Nearmy/Getty Images/aljazeera.com

    Jumlah kasus infeksi virus Corona melonjak 2.250 orang. Gubernur negara bagian Victoria, Daniel Andrews, mengatakan jika jumlah orang yang mengantri di rumah sakit, dan kantor rumah layanan kesejahteraan meningkat maka bakal terjadi konsekuensi fatal.

    “Sistem kesehatan kita akan kewalahan,” kata Andrews sambil mengingatkan orang tidak boleh mengantri di layanan unit gawat darurat.

    Perdana Menteri Australia juga mengumumkan pembentukan satgas perusahaan. Satgas ini dipimpin oleh Nev Power, yang merupakan bekas CEO dari perusahaan tambang Fortescue. Satgas ini bertugas mengerahkan tenaga kerja dan peralatan serta melindungi jalur rantai pasokan kebutuhan publik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.