Ini Aturan Lockdown di India

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menaiki bus yang penuh sesak untuk kembali ke kampungnya sebelum dimulainya lockdown oleh pemerintah negara bagian Bengal Barat untuk membatasi penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19), di Kolkata, India, 23 Maret 2020. REUTERS/Rupak De Chowdhuri

    Penumpang menaiki bus yang penuh sesak untuk kembali ke kampungnya sebelum dimulainya lockdown oleh pemerintah negara bagian Bengal Barat untuk membatasi penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19), di Kolkata, India, 23 Maret 2020. REUTERS/Rupak De Chowdhuri

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri India Narendra Modi pada Selasa, 24 Maret 2020 memberlakukan lockdown terhitung mulai Selasa tengah malam sampai 21 hari ke depan. Keputusan lockdown dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 lebih jauh. 

    Dikutip dari ndtv.com, aturan lockdown membuat semua jenis transporatasi berhenti beroperasi. Seluruh kantor pemerintahan, sektor komersial, industri, perhotelan dan swasta tutup. Sektor Pendidikan, aktivitas keagamaan, olahraga, hiburan, budaya, semuanya diiliburkan sementara.      

    Warga Kolkata, India, mengantri di sebuah toko sembako sebelum lockdown benar-benar diberlakukan. Sumber: Rupak De Chowdhuri/Reuters/aljazeera.com

    Akan tetapi, pengecualian untuk perbankan, asuransi dan ATM akan tetap buka. Layanan penting bagi masyarakat seperti sanitasi, air bersih, listrik, rumah sakit dan hal terkait medis lainnya, tidak tutup.  

    Transportasi yang membawa sembako dan tim medis seperti perawat atau pendukung rumah sakit lainnya, akan beroperasi. Toko-toko yang menjual bahan makanan, buah-buahan, sayur-mayur, susu, daging dan ikan, juga diperbolehkan buka.

    Pom bensin, layanan listrik bagi masyarakat, telekomunikasi, internet, televisi dan jasa IT juga masuk kategori yang diperbolehkan buka. Sedangkan sektor manufaktur yang memproduksi barang-barang komoditas penting, harus mendapat izin operasi dari pemerintah. 

    Selama masa lockdown ini, upacara pemakaman tidak boleh dihadiri lebih dari 20 orang. Kantor polisi, kantor pos, satpam, pemadam kebakaran dan layanan darurat lainnya, tetap beroperasi. Mereka yang baru tiba di India setelah 15 Februari 2020, harus melakukan karantina mandiri atau menghadapi sanksi, yakni penjara sampai enam bulan. Mereka yang melanggar aturan lockdown juga terancam penjara satu – dua tahun dan denda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.