Abu Sayyaf Dituduh Serang Marinir Amerika di Basilan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Marinir Amerika Serikat yang bertugas di Pulau Basilan, Filipina, diserang dengan tembakan beruntun oleh kawanan tak dikenal, Senin kemarin. Pejabat militer Filipina menuduh kelompok Abu Sayyaf sebagai pelakunya. Departemen Pertahanan AS di Pentagon punya kecurigaan sama. Pasalnya, serangan itu terjadi di salah satu sarang kelompok bersenjata tersebut, kawasan Filipina Selatan. Juru bicara Pentagon, Jeff Davis, mengisahkan, saat itu dua marinir Amerika bersama personel militer Filipina tengah mengamati pembangunan infrastruktur di Basilan. Sekonyong-konyong, muncul letusan senjata beruntun. Naluri militer mereka tersentak. Aksi balasan sontak dilakukan. Tembak-menembak terjadi. “Ada korban jatuh di pihak penyerang, namun kami tidak ketahui berapa jumlahnya,” ujar Jeff. Ia tidak menyebutkan adanya korban tembak atau tewas diantara marinir Amerika dan prajurit militer Filipina. Juru bicara pasukan AS di Filipina, Mayor Richard Sater, memastikan insiden itu akan diusut. Tapi, ada yang menafsirkan aksi itu untuk menakut-nakuti pasukan Amerika. “Para penyerang lari tak lama setelah marinir AS balas menembak,” ujar seorang pejabat militer setempat. Sejumlah pejabat tinggi militer di Filipina Selatan menggelar pertemuan tertutup untuk membahas peristiwa ini. Informasi lain menyebutkan, pada hari yang sama telah terjadi penembakan terhadap seorang tentara Filipina dan pemandu jalan. “Keduanya tewas,” ujar seorang pejabat senior militer Filipina. Mereka diserang kelompok tak dikenal di Tipo-Tipo, dekat Basilan. Belum bisa dipastikan kedua insiden itu saling terkait Lebih dari seribu prajurit AS saat ini ditempatkan di Filipina. Dalihnya, membantu militer negeri Presiden Gloria Arroyo itu untuk membasmi gerilyawan Abu Sayyaf. Mereka hanya diizinkan melatih, memberi saran dan ikut membangun infrastruktur, seperti jalan dan landasan pacu di Basilan. Mereka dilarang terjun ke medan pertempuran kecuali keadaan terpaksa karena diserang. Seperti diketahui, belakangan ini Abu Sayyaf dicurigai punya kaitan dengan Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Pada 7 Juni lalu, pasukan Filipina mengadakan operasi penyelamatan terhadap tiga orang sandera Abu Sayyaf. Mereka itu adalah pasangan misionaris Amerika, Martin dan Gracia Burnham, dan seorang suster Filipina, Ediborah Yap. Hanya Gracia yang berhasil diselamatkan. Dua korban lain tewas. Sejak itu, Presiden Arroyo memerintahkan untuk membasmi Abbu Sayyaf, yang terkonsentrasi di kawasan Filipina Selatan. (AFP/Wahyu Mulyono – TEMPO News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.