3 Negara Terapkan Jam Malam demi Cegah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran virus corona yang cepat mendesak sejumlah negara memberlakukan lockdown. Namun tiga negara berikut, bukan saja melarang warganya keluar rumah untuk urusan tidak mendesak, tetapi juga memberlakukan jam malam.

    1. Arab Saudi

    Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud menerapkan jam malam dalam upaya menekan penyebaran virus corona atau COVID-19. Sebelumnya, Arab Saudi sudah mengimbau warganya agar berada di dalam rumah di tengah penyebarna virus corona.

    "Jam malam akan berlaku per hari ini, dari jam 7 malam hingga jam 6 pagi keesokan harinya. Aturan ini untuk 21 hari ke depan," dikutip dari Arab News, Senin, 23 Maret 2020.

    Raja Salman berharap kebijakan jam malam tersebut akan mampu mendorong warga untuk menetap di rumah. Sampai akhir pekan kemarin, jumlah kasus virus Corona di Arab Saudi masih tergolong tinggi. Situs South China Morning Post, menyebut total ada 511 kasus virus corona di Arab Saudi sejauh ini.

    Adapun jam malam ini tidak akan berlaku umum. Beberapa sektor akan mendapat pengecualian. Sektor makanan, seperti usaha katering dan supermarket, akan dibiarkan buka, termasuk sektor kesehatan seperti usaha apotek, rumah sakit, laboratorium, serta pabrik obat.

    Mal-mal di Arab Saudi akan ditutup untuk pengendalian virus Corona, tetapi supermarket dan apotek akan tetap buka.[REUTERS]

    1. Yordania

    Yordania pada Senin, 23 Maret 2020 mengumumkan akan memperpanjang pemberlakuan jam malam sampai waktu yang tidak ditentukan. Dengan jam malam ini, maka supermarket dan toko-toko diminta tutup. Sedangkan untuk logistik makanan, pemerintah akan membantu mengirimkan ke penjuru Yordania roti, air minum, gas dan obat-obatan dasar selama pemberlakukan jam malam ini.

    Dalam sepekan kasus virus corona di negara itu naik dari 6 kasus menjadi 112 kasus. Sejauh ini belum ada kasus COVID-19 yang berujung kematian di negara itu.

    1. Sri Lanka

    Situs aljazeera.com mewartakan Sri Lanka telah memperpanjang jam malam di seluruh wilayah negara itu menyusul penyebaran virus corona. Di Sri Lanka, kasus virus corona sudah mencapai 100 kasus.   

    Sir Lanka memberlakukan jam malam untuk seluruh wilayah di Sri Lanka sejak akhir pekan lalu dan harusnya berakhir pada Senin pagi, 23 Maret 2020. Namun aturan jam malam ini diperpanjang sampai Jumat, 27 Maret 2020, untuk Kota Kolombo, Gampaha, Puttalam, Jaffna, Vavuniya, Mullaitivu, Kilinochchi dan distrik Mannar. Sedangkan untuk distrik lain di Sri Lanka jam malam berlaku sampai Kamis, 27 Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.