6 Juta Masker Pesanan Jerman Nyasar dan Hilang di Kenya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang mengantre di luar pusat pengujian coronavirus (COVID-19) di Frankfurt, Jerman, 18 Maret 2020. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Orang-orang mengantre di luar pusat pengujian coronavirus (COVID-19) di Frankfurt, Jerman, 18 Maret 2020. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar enam juta masker yang dipesan untuk melindungi para pekerja kesehatan Jerman nyasar dan hilang di bandara udara Kenya.

    Masker FFP2 yang mampu menyaring lebih dari 90 persen partikel dipesan otoritas bea cukai Jerman.

    Kantor pengadaan peralatan angkatan bersenjata Jerman telah memberikan bantuan kepada Kementerian Kesehatan berupa masker FFP2 untuk memberikan perlindungan dalam situasi genting.

    Pengapalan jutaan masker di Jerman tercatat bertanggal 20 Maret, namun masker itu tidak kunjung tiba. Dan akhir pekan lalu masker itu diketahui hilang di bandara Kenya.

    "Apa yang sebenarnya terjadi, apakah ini masalah pencurian atau provider tidak serius akan dijernihkan oleh bea cukai," kata sumber pemerintahan sebagaimana dilaporkan Reuters.

    Otoritas Jerman juga belum mendapatkan jawaban mengapa masker itu nyasar ke Kenya.

    Menteri Kesehatan Kenya belum memberikan tanggapan. Sementara juru bicara otoritas bandara Kenya mengatakan pihaknya masih menangani situasi itu.

    Meski kehilangan 6 juta masker senilai 241 juta euro, namun menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman tidak ada dampak finansial dari hilangnya masker karena uang pengadaan masker belum dibayar.

    Jerman menghadapi pandemi virus Corona. Sudah 27.436 kasus virus Corona terkonfirmasi dan 114 orang tewas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.