Korban Meninggal karena Virus Corona di Spanyol Naik Jadi 2.182

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian Nasional Spanyol berjaga-jaga di lapangan Puerta del Sol yang hampir kosong selama keadaan darurat lockdown 15 hari untuk memerangi virus corona di Madrid, Spanyol, Ahad, 15 Maret 2020. Negari matador ini telah melaporkan 6,391 kasus dengan 196 korban dan 517 pasien sembuh. REUTERS/Sergio Perez

    Kepolisian Nasional Spanyol berjaga-jaga di lapangan Puerta del Sol yang hampir kosong selama keadaan darurat lockdown 15 hari untuk memerangi virus corona di Madrid, Spanyol, Ahad, 15 Maret 2020. Negari matador ini telah melaporkan 6,391 kasus dengan 196 korban dan 517 pasien sembuh. REUTERS/Sergio Perez

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah korban meninggal karena virus corona di Spanyol telah menyentuh angka 2.182 orang. Kementerian Kesehatan Spanyol pada Senin, 23 Maret 2020, mengatakan kasus virus corona atau COVID-19 yang terkonfirmasi di negara itu per Minggu, 22 Maret 2020, naik dari 28.572 kasus menjadi 33.089.

    Menyusul tingginya angka korban meninggal karena COVID-19, Pemerintah Spanyol pun berencana memperpanjang status darurat nasional sampai 11 April 2020. Status darurat nasional diberlakukan dalam upaya menekan penyebaran virus corona di penjuru Spanyol. Negeri Matador itu sekarang sudah menjadi negara terburuk kedua di Eropa akibat penyebaran virus corona.

    “Kita sedang perang,” kata Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, seperti dikutip dari france24.com.  

    Seorang pria berjalan melewati rak-rak kosong di sebuah supermarket, di tengah-tengah kekhawatiran terhadap wabah Virus Corona di kota Basque Guernica, Spanyol 13 Maret 2020. REUTERS/Vincent West

    Spanyol mendeklarasikan status darurat nasional pada 14 Maret 2020 dan akan diperpanjang 15 hari kemudian. Lewat status darurat nasional ini, maka masyarakat dilarang keluar rumah untuk hal yang tidak bersifat mendesak.

    Virus corona di Spanyol juga memakan korban para tenaga medis. Dilaporkan pada Senin, 23 Maret 2020, hampir 4 ribu staf bidang kesehatan tertular virus corona. Sekitar 1 dari 10 total kasus virus corona yang terkonfirmasi, adalah tenaga medis.

    Hampir sama dengan yang dialami negara-negara lain di dunia yang terjangkit virus corona, para perawat, dokter dan tenaga medis lainnya di Spanyol mengatakan mereka tidak mendapat cukup alat perlindungan diri. Sejumlah otoritas dan perusahaan berebut memproduksi, membeli dan mendistribusikan lebih banyak alat perlindungan diri.

    Wakil Perdana Menteri Spanyol Carmen Calvo sejak Minggu kemarin di rawat di rumah sakit dengan gejala infeksi pernafasan. Saat ini, dia sedang menunggu hasil tes virus corona. sebelumnya dua Menteri di kabinet dan Istri Perdana Menteri Spanyol, juga dinyatakan positif terjangkit COVID-19.

    Ketua Komite Darurat Kesehatan Spanyol Fenando Simon mengatakan perpanjangan status darurat akan dimintakan persetujuan ke parlemen pada Rabu, 25 Maret 2020. Simon memperingatkan saat ini waktunya bagi masyarakat berada di rumah menghormati aturan tidak keluar rumah dan menjalani sistem bekerja dari rumah. Masyarakat keluar rumah diimbau hanya untuk keadaan darurat seperti membeli sembako atau ke toko obat atau ada hal mendesak di kantor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.