Pekan Ini, Thailand Aktifkan Status Darurat Nasional Virus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Mengancamnya pandemi virus Corona (COVID-19) di seluruh dunia mendorong Thailand untuk menetapkan status darurat nasional. Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-o-cha, menjadwalkan status darurat nasional berlaku pada Kamis nanti.

    Mengutip Bangkok Post, dengan status darurat nasional, maka warga Thailand tidak akan diperbolehkan berpergian, sekalipun untuk pulang ke kampung halaman. Selain itu, usaha-usaha juga akan diminta mengarahkan karyawannya bekerja dari rumah. Chan-o-cha tak lupa mengatakan akan ada pengaturan harga APD (Alat Pelindung Diri) untuk mencegah penggelembungan.

    "Aturan-aturan baru akan dikeluarkan untuk mengendalikan wabah virus Corona. Beberapa akan bersifat permohonan, beberapa akan bersifat wajib," ujar Chan-o-cha sebagaimana dikutip dari Bangkok Post, Selasa, 24 Maret 2020.

    Chan-o-cha melanjutkan bahwa aturan yang berlaku selama darurat nasional bisa diubah sewaktu-waktu. Hal itu akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Komite baru, yang berfungsi mengawasi perkembangan wabah virus Corona dan penanganannya, akan dibentuk untuk melakukan evaluasi tiap harinya.

    Jika nantinya status darurat nasional dirasa perlu diubah menjadi lockdown, Chan-o-cha menyatakan tidak akan segan melakukannya. Ia berkata, hal itu akan dilakukan jika ternyata penanganan dan pembatasan yang dilakukan tidak terbukti efektif. "Jika situasi tidak membaik, akan ada lockdown total," ujarnya.

    Hingga berita ini ditulis, Thailand adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang terdampak virus Corona. Di sana tercatat ada 827 kasus dan 4 korban meninggal akibat virus dengan nama resmi COVID-19 itu.

    ISTMAN MP | BANGKOK POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.