Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lawan Corona, Pekerja Italia Inginkan Lockdown yang Lebih Ketat

image-gnews
Sebuah plastik memisahkan antara pegawai bank dan pengunjung untuk melindungi keduanya setelah mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Tehran, Iran, 17 Maret 2020. Iran merupakan negara dengan kasus virus corona terbesar ketiga di dunia setelah China dan Italia. WANA (West Asia News Agency)/Ali Khara via REUTERS
Sebuah plastik memisahkan antara pegawai bank dan pengunjung untuk melindungi keduanya setelah mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Tehran, Iran, 17 Maret 2020. Iran merupakan negara dengan kasus virus corona terbesar ketiga di dunia setelah China dan Italia. WANA (West Asia News Agency)/Ali Khara via REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Serikat pekerja mengkritisi kebijakan lockdown Italia terkait penanagan virus Corona. Menurut mereka, kebijakan yang ada sekarang masih terlalu ringan dan multi-tafsir. Walhasil, bukannya malah menyelamatkan pekerja dari virus Corona, mereka merasa kebijakan yang ada malah membahayakan mereka.

"Kebijakan pemerintah mengandung terlalu banyak lubang dan pengecualian," sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 23 Maret 2020.

Sebagaimana diketahui, kebijakan lockdown diambil di Italia karena penyebaran virus Corona tak kunjung mereda di sana. Saking kencangnya pertumbuhan kasus baru, jumlah tenaga medis sampai timpang dengan jumlah kasus yang ada. Per hari ini, tercatat ada 59.138 kasus dan 5.476 korban meninggal akibat virus dengan nama resmi COVID-19 itu.

Kebijakan lockdown yang diterapkan Italia sendiri berlangsung di 25 provinsi. Kebanyakan berada di kawasan Italia Utara seperti Lombardia yang menjadi pusat penyebaran virus Corona. Beberapa aturan yang berlaku dalam lockdown itu adalah tidak boleh berpergian, tidak boleh menggelar acara publik, menutup usaha yang sifatnya non-esensial dan masih banyak lagi.

Nah, penutupan usaha yang sifatnya non-esensial itu yang menurut serikat pekerja Italia perlu diperketat lagi. Alasannya, definisi yang ada sekarang terlalu cair. Banyak usaha-usaha yang sesungguhnya tidak darurat tetap buka karena dianggap masih esensial. Misalnya usaha tekstil, cairan kimia, manufaktur metal, dan sebagainya.

Selain tetap buka, menurut pengakuan serikat pekerja, usaha-usaha tersebut tidak menjamin keselamatan pekerjanya. Kebersihan dan APD (Alat Pelindung Diri) yang mumpuni pun tidak terjamin.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Kebijakan yang dibuat pemerintah malah membuat banyak usaha tetap buka, bahkan tanpa jaminan keamanan untuk pekerjanya. Hal ini menimbulkan banyak kekhawatiran," ujar Paolo Pirani, kepala Serikat Pekerja Tekstil dan Kimia Uiltec.

Mengutip Reuters, Serikat Pekerja dari berbagai perusahaan dan manufaktur sepakat untuk meminta pemerintah mengkaji ulang jenis-jenis usaha yang diperbolehkan buka di masa lockdown. Selain itu, mereka meminta pemerintah untuk mendesak usaha-usaha yang tetap buka untuk menjamin keselamatan pekerjanya di tengah pandemi virus Corona.

"Tanggal 25 Maret nanti, mereka yang bekerja untuk sektor yang tidak berkaitan dengan kesehatan sepakat untuk mogok kerja sehari," sebagaimana dikutip dari Reuters.

Secara terpisah, Konfiderasi Industri Italia (Confindustria) memaklumi kekhawatiran pekerja. Namun, dalam pernyataannya, mereka pun khawatir penutupan bisnis semasa pendemi virus Corona akan membawa Italia ke dalam masa resesi. "Dengan menutup 70 persen output (industri Italia), Italia bisa kehilangan 100 miliar Euro per bulan," sebagaimana dikutip dari Reuters.

ISTMAN MP | REUTERS

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sri Mulyani Bungkam saat Ditanya Kenaikan Harga Obat di Indonesia

10 jam lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani. TEMPO/Nandito Putra
Sri Mulyani Bungkam saat Ditanya Kenaikan Harga Obat di Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak bersedia menjelaskan harga obat di Indonesia terus meningkat.


Istilah yang Populer Saat Pandemi Covid-19, mulai Anosmia, Long Covid, hingga Komorbid

1 hari lalu

Tenaga medis memeriksa tekanan oksigen kepada pasien Covid-19 di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D Kramat Jati, Jakarta, 8 Juli 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Istilah yang Populer Saat Pandemi Covid-19, mulai Anosmia, Long Covid, hingga Komorbid

Apa itu Anosmia, Long Covid, dan Komorbid yang sangat akrab di telinga pada masa pandemi Covid-19?


Waspada Radang Tenggorokan Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

3 hari lalu

Banyak cara dilakukan orang untuk meringankan radang tenggorokan, seperti berkumur dengan larutan air garam, atau mengonsumsi permen pelega tenggorokan. Namun, langkah itu hanya melegakkan tenggorokan.
Waspada Radang Tenggorokan Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Penting untuk selalu waspada dan jeli terhadap gejala-gejala yang menyertai radang tenggorokan. Bisa jadi gejala penyakit serius.


Jokowi Buka Rakernas APKASI 2024, Singgung RI Mampu Hadapi Tantangan Berat 5 Tahun Terakhir

4 hari lalu

Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka turut mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juli 2024. Foto Sekretariat Presiden
Jokowi Buka Rakernas APKASI 2024, Singgung RI Mampu Hadapi Tantangan Berat 5 Tahun Terakhir

Jokowi membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah kabupaten Seluruh Indonesia 2024. Singgung soal tantangan 5 tahun terakhir.


Berencana Beli KRL Cina, PT KAI Ajukan PMN Rp 1,8 Triliun

5 hari lalu

Suasana di Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2024. Pemerintah berencana akan menaikan tarif kereta Commuteline Jabodetabek pada tahun ini. Rencana penyesuaian tarif KRL Commuterline ini sudah dibahas dengan Kementerian Perhubungan, termasuk potensi tarif menjadi naik. Tarif dasar diusulkan naik sebesar Rp2.000, atau jadi Rp5.000 untuk 25 kilometer pertama. Sementara tarif lanjutan 10 kilometer berikutnya tidak naik, atau tetap Rp1.000. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Berencana Beli KRL Cina, PT KAI Ajukan PMN Rp 1,8 Triliun

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar RP 1,8 triliun untuk tahun depan. Berencana beli KRL dari Cina.


Jennie BLACKPINK Minta Maaf Usai Ketahuan Merokok di Dalam Ruangan

5 hari lalu

Personel BLACKPINK, Jennie Kim berpose saat menghadiri pemutaran serial TV The Idol dalam Festival Film Cannes ke-76 di Prancis, 22 Mei 2023. Jennie hadir sebagai salah satu aktris yang membintangi The Idol. REUTERS/Sarah Meyssonnier
Jennie BLACKPINK Minta Maaf Usai Ketahuan Merokok di Dalam Ruangan

Jennie BLACKPINK akhirnya minta maaf kepada para staf yang berada di dalam ruangan saat dia ketahuan merokok


CekFakta #267 AS Terbukti Menggunakan Hoaks Propaganda Anti-vaksin Selama Pandemi Covid-19

9 hari lalu

Ilustrasi - Vaksin COVID-19 buatan CanSinoBIO . (ANTARA/Shutterstock)
CekFakta #267 AS Terbukti Menggunakan Hoaks Propaganda Anti-vaksin Selama Pandemi Covid-19

laporan investigasi Reuters menguak jahatnya operasi militer Amerika Serikat yang sengaja menebar hoaks agar orang-orang tak mau divaksin.


Terungkap, Dior Hingga Armani Jual Tas Mewah dari Produk Murah dengan Eksploitasi Pekerja

9 hari lalu

Tas Christian Dior di etalase butik di pusat kota Florence. Foto : Shutterstock
Terungkap, Dior Hingga Armani Jual Tas Mewah dari Produk Murah dengan Eksploitasi Pekerja

Kejaksaan Milan mengungkapkan bahwa perusahaan fesyen mewah milik LVMH, Dior, hanya membayar sejumlah US$57 untuk membuat tas tangan ribuan dolar


4 Negara Utama Pemasok Senjata Israel untuk Menyerang Gaza, AS di Urutan Wahid

9 hari lalu

Bangunan-bangunan yang hancur menjadi reruntuhan di Gaza tengah, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, dekat perbatasan Israel-Gaza, 13 Januari 2024. Sejak perang pecah infrastruktur di Gaza porak-poranda. Rumah sakit dibombardir, jaringan telekomunikasi diputus, tak ada akses ke air bersih dan makanan. REUTERS/Amir Cohen
4 Negara Utama Pemasok Senjata Israel untuk Menyerang Gaza, AS di Urutan Wahid

Senjata Jerman, sumber senjata terbesar kedua bagi Israel setelah Amerika Serikat, telah memperburuk krisis Gaza secara signifikan


PPKM Darurat 3 Tahun Lalu: Masih Ingat Pembatasan Ketat dan Aturan Makan dan Minum di Restoran?

9 hari lalu

Suasana salah satu restoran di sebuah pusat perbelanjaan di Tajur, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa, 24 Agustus 2021. Pada PPKM Level 3 di Jabodetabek, pemerintah masih menerapkan pembatasan kapasitas dan waktu layanan makan di tempat. ANTARA/Arif Firmansyah
PPKM Darurat 3 Tahun Lalu: Masih Ingat Pembatasan Ketat dan Aturan Makan dan Minum di Restoran?

Pemerintah memutuskan untuk menerapkan PPKM Darurat di Wilayah Jawa dan Bali mulai 3 Juli 2021. Masih ingat pembatasan dan aturannya?