Indonesia Pertimbangkan Beli Senjata dari Ceko

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Praha:Ratusan turis menyaksikan penyambutan kenegaraan Presiden Megawati di istana Praha, Ceko hari ini. Presiden Vaclav Havel mengantar tamunya memeriksa barisan kehormatan yang berjejer rapi di depan gedung kepresidenan yang anggun dan telah berusia seribu tahun itu. Cuaca cerah dan hubungan kedua negara yang bersahabat membuat upacara resmi itu menjadi tontonan yang menarik. Apalagi ibu negara Dagmar Havlova, artis yang telah berlakon di 50 film dan muncul di 200 acara televisi, tampak jelita dalam gaun merah menyala yang anggun. Taufiq Kiemas, yang mendampingi presiden dalam lawatan ke Ceko ini, bahkan sempat menjadi turis istimewa ketika mendapat kesempatan melakukan tur di istana kebanggaan rakyat Ceko ini. Sementara itu, delegasi Indonesia yang mengikutsertakan Menteri Luar Negeri Hassan Wirayuda dan Menteri Riset dan Teknologi Hatta Radjasa melakukan pertemuan pleno dengan delegasi tuan rumah untuk membicarakan serangkaian rencana kerjasama bilateral kedua negara. Selain itu, Presiden Mega menyatakan telah mengajak Presiden Vaclav Havel untuk bekerjasama mencari kesepakatan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Pembangunan Berkesinambungan di Johanesburg, akhir tahun ini. "Pertemuan Johanesburg harus dapat menelurkan suatu keputusan bagi perdamaian dunia di masa depan," kata Presiden Mega dalam jumpa pers usai pertemuannya dengan Kepala Negara Republik Ceko itu. Presiden juga menyatakan bahwa dalam pertemuan itu soal penjajagan pembelian senjata tidak dibicarakan karena telah dibahas dalam pertemuan sehari sebelumnya. Sebelum Presiden Mega tiba di Ceko, Senin (17/6), pemerintah RI telah mengirim sebuah tim khusus yang dipimpin Direktur Jenderal Strategi Pertahanan, Mayor Jenderal Sudradjat untuk meninjau berbagai produsen persenjataan di Ceko dan Slovakia. Kedua negara di Eropa tengah ini memang dikenal sebagai produsen senjata bermutu tinggi dengan harga bersaing. Para pejabat TNI sedang mempertimbangkan pengadaan berbagai jenis persenjataan, dari senjata ringan seperti pistol CZ, senapan penembak jitu kaliber 12,7 hingga pesawat tempur ringan L-159. Menurut seorang pejabat pemerintah yang tak mau disebut namanya, pesawat L-159 secara teknis setara dengan pesawat Hawk 200 milik TNI-AU namun dijual dengan harga hanya sepertiganya. Upaya penjajagan pengadaan senjata menjadi agenda penting lawatan Presiden Mega kali ini. Presiden Mega, dalam pertemuan dengan pimpinan negara yang dikunjungi, selalu menekankan keprihatinannya atas kegiatan penyelundupan narkoba, senjata dan manusia di Indonesia belakangan ini. "Negara Indonesia sangat luas, pantainya sangat panjang dan aparat polisi serta militer harus mampu menjagainya," kata presiden. Sementara itu, seperti diungkapkan oleh seorang pejabat militer,"TNI-AL punya 114 kapal tapi hanya 30 yang laik laut dan 5 yang bersenjata lengkap." Dampak embargo militer negara Barat terhadap Indonesia juga menyebabkan banyak parangkat utama TNI tak dapat berfungsi optimal. Selain karena produk Ceko dianggap bermutu tinggi dengan harga bersaing, pemerintah RI melirik negara ini karena keanggotaannya di institusi NATO. "Jadi pembelian senjata dari Ceko tak akan berdampak buruk pada hubungan dengan negara barat," kata seorang diplomat senior. Hatta Radjasa bahkan berharap produsen Ceko bersedia bekerjasama dalam membuat berbagai produk mereka. "Nanti kita membantu memasarkannya di kawasan Asia Tenggara," kata Menteri Riset dan Teknologi ini. Selain dengan pabrik persenjataan, pemerintah RI juga telah berupaya merangkul produsen alat pertanian. "Saya mengajak SKODA untuk bekerjasama dengan BPPT dalam mengefisienkan pabrik gula di Indonesia," katanya. Sambutan pemerintah Ceko atas ajakan ini cukup hangat. Pembicaraan para pejabat kedua negara tak hanya dalam pertemuan formal melainkan dilanjutkan pula dalam jamuan malam kenegaraan, tadi malam. Hari ini, Presiden Mega dan rombongan meninggalkan Ceko menuju Bratislava, Slovakia. Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Mega direncanakan juga untuk menjenguk pabrik peralatan militer di kota Trecin. Pabrik ini dikenal di dunia sebagai pembuat bahan peledak Semtex yang dikenal sangat handal. (Bambang Harymurti, Praha)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.