Tangani Virus Corona, Inggris Pakai Lockdown Sebagai Ancaman

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang terlihat di kedai minum The Curchill Arms, ketika wabah virus Corona (COVID-19) merebak di Inggris, di London tengah, Inggris, 20 Maret 2020.[REUTERS]

    Orang-orang terlihat di kedai minum The Curchill Arms, ketika wabah virus Corona (COVID-19) merebak di Inggris, di London tengah, Inggris, 20 Maret 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris gerah melihat warganya masih bandel untuk mengikuti pembatasan sosial. Alih-alih menjaga diri dari virus Corona, banyak warga Inggris malah pergi berlibur atau berjemur pada akhir pekan kemarin.

    Jika warga Inggris masih tetap bandel, pemerintah Inggris menyatakan tak akan segan melakukan lockdown diikuti dengan jam malam. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Kesehatan Matt Hancock.

    "Oh, kami lebih dari siap untuk melakukan hal tersebut (lockdown) jika dirasa perlu. Misi kami di sini adalah mencegah penyebaran virus yang lebih parah," ujar Hancock sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 23 Maret 2020.

    Hingga berita ini ditulis, Inggris merupakan salah satu negara di benua Eropa yang paling terdampak virus Corona. Di sana tercatat ada 5.683 kasus dan 281 korban meninggal akibat virus dengan nama resmi COVID-19 itu.

    Sayangnya, hal itu tidak mencegah warga Inggris untuk berlibur. Pada akhir pekan kemarin, jutaan warga Inggris tumpah di taman-taman nasional untuk menyambut datangnya musim panas. Di Snowdonia National Park, Wales, misalnya, pengurus setempat mengaku kewalahan karena jumlah warga yang datang lebih banyak dari biasanya sementara mereka sudah mengurangi tenaga.

    Sejauh ini, yang sudah dilakukan Inggris untuk menekan penyebaran adalah meminta usaha-usaha non esensial untuk mengurangi operasional, meminta warga untuk bekerja dari rumah, serta menutup tempat-tempat hiburan di mana warga berpotensi untuk berkumpul bersama.

    Beberapa usaha non-esensial telah menuruti perintah itu. Retail Primark dan John Lewis, misalnya, akan menutup tokoknya untuk sementara waktu per Senin ini.

    Hancock berharap warga bisa cepat sadar untuk tidak berkeliaran di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Ia khawatir tenaga dan perlengkapan medis yang ada sekarang tidak akan cukup apabila penyebaran virus Corona terus meningkat. Sekarang ini saja, kata ia, sudah ada keluhan dari tenaga medis yang merasa dikorbankan karena minimnya perlengkapan medis yang mumpuni.

    "Situasi sekarang seperti prang, perang terhadap virus," ujar Hancock mengakhiri.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.