Menlu AS Pompeo ke Kabul Bahas Pembebasan 5000 Milisi Taliban

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Afganistan Ashraf Ghani dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, berjabat tangan selama konferensi di Kabul, Afganistan, 9 Juli 2018.[REUTERS]

    Presiden Afganistan Ashraf Ghani dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, berjabat tangan selama konferensi di Kabul, Afganistan, 9 Juli 2018.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Kabul, ibukota Afganistan hari ini, 23 Maret 2020 untuk membantu menyelesaikan kebuntuan politik antara pemerintah dan Taliban mengenai pembebasan tahanan di tengah pandemi virus Corona.

    Pompeo dijadwalkan bertemu Presiden Afganistan Ashraf Ghani dan pesaing utamanya dalam pemilu tahun lalu, Abdullah Abdullah secara terpisah.

    "Kami akan melihat apakah itu berarti dinegosiasikan dan mereka siap untuk penyelesaian akhir," kata seorang diplomat di Kabul, sebagaimana dilaporkan Reuters, 23 Maret 2020.

    Pemerintah Afganistan dan Taliban belum juga mencapai kesepakatan mengenai pembebasan para tahanan Taliban dan pasukan bersenjata Afganistan yang ditahan Taliban.

    Padahal kesepakatan mengenai pembebasan para tahanan dan musuh politik kedua belah pihak ditandatangani 29 Februari lalu.

    Hal ini sebagai kelanjutan dari kesepakatan AS dengan Taliban di Doha, Qatar tentang penarikan seluruh pasukan AS dari Afganistan dalam kurun waktu 4 bulan terhitung sejak akhir Februari lalu.

    Perwakilan khusus AS untuk penyelesaian perang 18 tahun AS dengan Taliban, Zalmay Khalilzad pekan lalu meminta pemerintah Afganistan dan Taliban bertindak cepat untuk membebaskan para tahanan.

    Khalilzad menagtakan pandemi virus Corona telah menambahkan kepentingan untuk membebaskan para tahanan.

    Kesepakatan yang dicapai antara Afganistan dan Taliban, mengutip laporan Al Arabiya, 23 Maret 2020 adalah membebaskan sedikitnya 5000 milisi Taliban dan 1000 personel militer Afganistan yang ditahan Taliban.

    Pompeo terbang ke Kabul di tengah Afganistan diserang pandemi virus Corona dengan 40 orang terinfeksi. Penularan virus ini dikhawatirkan terus bertambah karena ribuan orang kembali ke rumah mereka di Afganistan dari Iran setiap hari. Afganistan yang sengsara oleh perang selama bertahun-tahun kini harus menghadapi serangan virus mematikan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.