Virus Corona, Belgia Perpanjang Masa Lockdowm

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang pleno bulanan di Parlemen Eropa yang terlihat sepi akibat wabah corona (COVID-19), di Brussels, Belgia, 10 Maret 2020. Parlemen Eropa mempersingkat sidang pleno bulanan menyusul penyebaran virus Corona yang tengah mewabah di beberapa negara di Eropa. REUTERS/Johanna Geron

    Suasana sidang pleno bulanan di Parlemen Eropa yang terlihat sepi akibat wabah corona (COVID-19), di Brussels, Belgia, 10 Maret 2020. Parlemen Eropa mempersingkat sidang pleno bulanan menyusul penyebaran virus Corona yang tengah mewabah di beberapa negara di Eropa. REUTERS/Johanna Geron

    TEMPO.COBrussel – Pemerintah Belgia mengatakan proses isolasi negara atau lockdown akan terus berlangsung hingga delapan pekan ke depan terkait upaya penanganan wabah virus Corona.

    Menteri Kesehatan Belgia, Maggie De Block, mengatakan ini kepada media setempat D Zondag pada Ahad, 22 Maret 2020.

    Pemerintah menerapkan aturan sejak 17 Maret 2020 bahwa warga Belgia hanya diizinkan meninggalkan rumah untuk membeli makanan, alat kesehatan atau membantu orang yang membutuhkan.

    Pemerintah telah meliburkan semua sekolah dan universitas. Mayoritas pegawai perusahaan juga diminta untuk bekerja dari rumah.

    “Pemerintah juga melarang perjalanan ke luar negeri hingga 5 April 2020,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 22 Maret 2020.

    Pemerintah telah melarang kegiatan berkumpul serta menugaskan polisi melakukan patroli di jalan agar larangan ini dipatuhi.

    “Kita sedang menuju puncak dari epidemi ini, yang akan membuat kurva turun. Saya pikir situasi ini akan terus bertahan selama delapan pekan. Setelah itu kurvanya akan normal,” kata Maggie.

    Dia mengatakan estimasi ini dibuat berdasarkan peristiwa serupa di Cina dan Korea Selatan.

    Secara terpisah, pemerintah Belanda mengatakan kasus infeksi virus Corona terus bertambah. Pemerintah mengatakan ada 573 kasus infeksi virus Corona atau penambahan sebanyak 16 persen menjadi 4.204 orang.

    Sedangkan korban meninggal akibat virus ini adalah 179 orang atau bertambah 43 orang pada Ahad kemarin. Mayoritas korban berusia 57 – 97 tahun.

    Wabah virus Corona ini pertama kali merebak di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, pada Desember 2020 seperti dilansir Channel News Asia. Korban terinfeksi di seluruh dunia telah mencapai 235 orang dengan nyaris 15 ribu orang lebih meninggal dunia. Jumlah korban meninggal di AS melebihi 400 orang hingga akhir pekan lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.