Waspada Virus Corona, Angela Merkel Melakukan Karantina

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan sambutan dalam pembukaan Gamescom di Cologne, Jerman, 22 Agustus 2017. Gamescom 2017 digelar pada 22 hingga 26 Agustus 2017. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan sambutan dalam pembukaan Gamescom di Cologne, Jerman, 22 Agustus 2017. Gamescom 2017 digelar pada 22 hingga 26 Agustus 2017. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanselir Jerman Angela Merkel menjalani karantina di rumahnya setelah menyadari telah melakukan kontak dengan seorang tim medis yang belakangan diketahui staf medis itu hasil tesnya positif virus corona. Juru bicara Pemerintah Jerman Steffen Seibert mengkonfirmasi hal ini dan segera menjadi pemberitaan utama surat kabar.   

    “Kamselir sudah memutuskan untuk segera melakukan karantina di rumahnya,” kata Seibert, seperti dikutip dari rt.com, Senin, 23 Maret 2020.

    Seibert menjelaskan Merkel akan melalui serangkaian tes virus corona dalam beberapa hari kemudian. Sebab test COVID-19 satu kali saja dirasa kurang cukup. Selama  masa karantina ini, Kanselir Merkel akan bekerja dari rumah.

    Sebelumnya pada Jumat, 20 Maret 2020, seorang dokter memberikan vaksin kepada Merkel yang berfungsi melawan bakteri yang bisa menyebabkan pneumonia. Namun dokter itu hasil tes virus corona yang dijalaninya tak berapa lama kemudian ternyata positif.  

    Kanselir Merkel sebelumnya menyampaikan pidato terkait langkah-langkah tegas yang diambil Pemerintah Jerman dalam mengatasi virus corona atau COVID-19. Diantara langkah yang diambil, Jerman akan memperkenalkan larangan acara kumpul-kumpul setidaknya selama dua pekan ke depan.

    Di Jerman, virus corona telah menginfeksi lebih dari 21 ribu orang sehingga menjadikan negara itu terbesar kedua di Eropa setelah Italia, yang terpukul oleh penyebaran wabah virus corona. Prancis juga telah menjadi negara paling terpukul karena virus corona, dimana sampai Minggu, 22 Maret 2020, ada 14.400 kasus virus corona di negara itu. Eropa telah menjadi episentrum baru pandemik virus corona setelah Cina.     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.