Virus Corona, Korban Meninggal di Spanyol Jadi 1.720 Orang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara dan aparat kepolisian ikut diterjunkan untuk membantu menyemprotkan cairan disinfektan di stasiun-stasiun kereta setelah jumlah kasus virus corona di Spanyol naik. Sumber: Reuters

    Tentara dan aparat kepolisian ikut diterjunkan untuk membantu menyemprotkan cairan disinfektan di stasiun-stasiun kereta setelah jumlah kasus virus corona di Spanyol naik. Sumber: Reuters

    TEMPO.COMadrid – Pemerintah Spanyol mengumumkan jumlah korban meninggal akibat wabah virus Corona melonjak menjadi 1.720 orang pada Ahad, 22 Maret 2020.

    Jumlah ini naik dari sehari sebelumnya yaitu 1.326 orang seperti dilansir kementerian Kesehatan.

    Ini menunjukkan jumlah korban meninggal dalam sehari mencapai 394 orang atau rekor baru dari jumlah tertinggi sebelumnya yaitu 324 orang.

    “Ini membuat Spanyol menjadi negara Eropa kedua yang mengalami wabah virus Corona terburuk setelah Italia,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 22 Maret 2020.

    Total jumlah orang yang terinfeksi virus Corona di Spanyol juga bertambah menjadi 28.572 orang pada Ahad. Ini meningkat dari angka sehari sebelumnya yaitu 25.926 orang.

    Dari jumlah ini, sebanyak 2.575 orang telah sembuh sementara 1.785 orang menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

    Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan pemerintah akan melakukan semua yang dibutuhkan untuk memerangi pandemi ini. “Saat yang terburuk masih akan tiba,” kata dia.

    Pemerintah Spanyol ingin memperpanjang masa gawat darurat sebanyak 15 hari lagi dari penerapan masa darurat 15 hari yang telah ditetapkan pada 14 Maret 2020.

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya Spanyol untuk meredam penyebaran virus Corona atau COVID-19.

    Penyebaran virus Corona di Spanyol juga terjadi lewat rumah panti jompo. Ini dialami rumah panti jompo Residencia Nunez De Balboa di Spanyol bagian tengah.

    Perawat Chelo Megia mengatakan awalnya dia mengira bisa menghindari wabah virus Corona itu di tempatnya bekerja selama 15 tahun. “Kami melihatnya seakan terjadi di tempat yang jauh,” kata Megia.

    Belakangan, sejumlah penghuni manula terinfeksi virus Corona atau COVID-19 ini. Dan pada Jumat pekan lalu, satu tim medis mengenakan pakaian medis lengkap atau hazmat masuk ke rumah jompo dan mulai memeriksa serta melakukan pembersihan.

    “Mereka memulai isolasi dan memerintahkan kami untuk, ‘Lindungi dirimu’,” kata Megia.

    Menurut data pemerintah, sepuluh dari sekitar 200 orang manula di rumah panti jompo ini telah meninggal. 13 orang terbukti terinfeksi virus Corona. Dan ada kemungkinan 50 orang lainnya juga terinfeksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.