Wabah Corona, Arab Saudi Diminta Bebaskan Tahanan Palestina

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk meminta pembebasan para tahanan sehubungan pandemik virus Corona di Idlib, Suriah. [MIDDLE EAST EYE]

    Spanduk meminta pembebasan para tahanan sehubungan pandemik virus Corona di Idlib, Suriah. [MIDDLE EAST EYE]

    TEMPO.CO, Jakarta -Puluhan keluarga tahanan Palestina dan Yordania meminta Arab Saudi membebaskan mereka dari penjara karena ancaman pandemik virus Corona.

    Hingga Sabtu kemarin, Arab Saudi melaporkan 48 kasus virus Corona yang baru sehingga total jumlah kasus virus mematikan di negara itu sebanyak 392 kasus.

    Berdasarkan laporan Middle East Eye, Sabtu, 21 Maret 2020, sedikitnya 68 warga Palestina dan Yordania ditahan di empat penjara di Arab Saudi atas tuduhan terkait dengan Hamas, kelompok garis keras Palestina. 

    Menurut informasi keluarga, beberapa tahanan berusia 80 tahunan. Para keluarga melaporkan para tahanan tidak mendapat akses ke pengacara, kunjungan oleh para pemerhati HAM, dan baru-baru ini otoritas penjara mulai mengurangi akses telepon.

    Umm Qusai al-Haddad yang lahir di Arab Saudi dan sekarang tinggal di kota Gaza menuturkan, dia mengkhawatirkan keselamatan ayahnya Suleiman usia 67 tahun, dua saudara laki-lakinya bernama Yahya, 40 tahun, dan Muhammadh 38 tahun yang ditahan sejak tahun 2018.

    Pihak keluarga, kata Umm Qusai kini kesulitan berkomunikasi dengan ayah dan kedua saudara laki-lakinya setelah akses telepon di penjara ditiadakan dan otoritas Arab Saudi memangkas kunjungan keluarga tahanan untuk  beberapa hari karena pandemik virus Corona.

    Sejumlah sumber di kepemimpinan Hamas mengatakan para tahanan diadili secara terburu-buru dan diperiksa secara berkelompok dengan lima tahanan.

    Satu terdakwa dituduh karena memiliki beberapa botol minyak zaitun, terdakwa lainnya dituduh mengirim domba ke penduduk di Gaza saat libur Iud Adha, dan ketiga didakwa karena memiliki buku sejarah Palestina yang ditulis oleh penulis asal Kuwait, Tareq al-Suwaidan.

    Sebelumnya para aktivitas HAM menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kedutaan Arab Saudi di London untuk meminta pembebasan para tahanan Palestina dan Yordania sesegera mungkin sehubungan dengan penularan virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.