Cina Sebut Penanganan Virus Corona di Italia Terlalu Santai

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vo, kota dekat Venesia, yang berada di pusat wabah virus Corona Italia, memulai percobaan karantina ketat dan pengujian massal pada akhir Februari.[Sky News]

    Vo, kota dekat Venesia, yang berada di pusat wabah virus Corona Italia, memulai percobaan karantina ketat dan pengujian massal pada akhir Februari.[Sky News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Berhasilnya Cina menekan angka pertumbuhan kasus virus Corona (COVID-19) baru membuat masukan mereka diminati berbagai negara. Terutama, negara-negara yang baru-baru ini saja terdampak virus Corona seperti Italia. Pekan ini, pemerinta Cina mengirimkan tenaga ahli mereka ke Italia untuk berbagi informasi perihal bagaimana cara Cina menangani virus Corona.

    Impresi pertama yang didapat Cina dari penanganan virus Corona di Italia tidak bagus. Menurut para ahli dari Cina, penanganan virus Corona di Italia tergolong santai, bahkan untuk wilayah yang sudah dalam status karantina seperti Milan.

    "Di Milan, salah satu area yang paling terdampak virus Corona, karantinanya sangat lengang. Saya masih bisa melihat transportasi publik beroperasi, warga berkeliaran, pertemuan digelar di hotel, dan mereka yang tidak memakai masker," ujar salah satu tenaga ahli yang dikirim ke Italia, Sun Shuopeng, dari Palang Merah Cina sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Jumat, 20 Maret 2020.

    Hingga berita ini ditulis, Italia merupakan negara yang paling terdampak virus Corona di Eropa. Mengutip South China Morning Post, total ada 41.035 kasus dan 3.405 korban meninggal akibat virus Corona di Italia. Sebagian besar kasus berasal dari kawasan utara Italia seperti Lombardia.

    Dengan angka korban meninggal sudah melebihi Cina, Shuopeng merasa karantina di Italia seharusnya lebih ketat lagi. Bahkan, menurut ia, seharusnya pemerintah Italia sudah meminta seluruh warganya untuk menghentikan kegiatan ekonomi dan mengurangi interaksi terhadap satu sama lain.

    "Saya tidak tahu apa yang mereka (pemerintah Italia) pikirkan. Kita harus benar-benar menghentikan aktivitas ekonomi dan interaksi pada umumnya. Kami harus tinggal di rumah dan melakukan segala hal untuk bisa menyelamatkan nyawa. Kami mengorbankan apapun untuk bisa menyelamatkan nyawa, " ujar Shuopeng.

    Pengorban yang dilakukan Cina memang berhasil. Dua hari berturut-turut, tidak ada kasus virus Corona baru yang muncul dari kawasan lokal. Di Cina, semua kasus baru datang dari mereka yang kembali dari luar negeri, 39 kasus.

    Korban meninggal harian di Cina juga bisa dihitung dengan jari sekarang. Per hari ini, menurut Komisi Kesehatan Nasional Cina, cuma ada tiga korban meninggal atau yang terendah sejak 21 Januari 2020, hari di mana Wuhan dikarantina karena menjadi pusat penyebaran Corona.

    Total, ada 80.967 kasus virus Corona (COVID-19) di Cina saat ini. Sementara itu, jumlah korban meninggal ada 3.248 atau lebih rendah 157 orang dari Italia yang baru belakangan menderita pandemi virus Corona (COVID-19).

    ISTMAN MP | SOUTH CHINA MORNING POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.