Cegah Virus Corona, 9 Ribu Orang di Turki Jalani Karantina

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pegawai pemkot yang mengenakan pakaian pelindung mendisinfeksi sebuah kedai kopi di distrik Karaagac untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di dekat perbatasan Pazarkule Turki yang berbatasan dengan Kastani Yunani, di Edirne, Turki, 10 Maret 2020. [REUTERS / Murad Sezer]

    Seorang pegawai pemkot yang mengenakan pakaian pelindung mendisinfeksi sebuah kedai kopi di distrik Karaagac untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di dekat perbatasan Pazarkule Turki yang berbatasan dengan Kastani Yunani, di Edirne, Turki, 10 Maret 2020. [REUTERS / Murad Sezer]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran virus corona telah membuat sekitar 9.800 masyarakat Turki dalam karantina. Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, mengatakan diantara orang-orang yang dikarantina itu adalah jamaah yang baru pulang umrah dari Arab Saudi.

    Situs aa.com.tr mewartakan, Turki sejauh ini sudah melaporkan 191 kasus virus corona atau COVID-19. Dari jumlah itu, 3 orang berakhir dengan kematian.

    Sejumlah pekerja sedang membersihkan aula parlemen Turki di Ankara dari ancaman virus corona pada Jumat, 13 Maret 2020. Sumber: AFP/middleeasteye.net

    Turki juga saat ini telah menahan 62 orang dari 242 terduga yang membuat unggahan palsu atau provokatif soal virus corona di media sosial. 

    Virus corona diduga menyebar pertama kali di Kota Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Virus itu sekarang sudah menyebar di 160 negara dan wilayah di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mendeklarasikan virus corona sebagai pandemik. 

    Total seluruh dunia, lebih dari 229 ribu kasus virus corona terkonfirmasi. Data dari Universtias John Hopkins mengatakan kematian akibat virus ini sudah lebih dari 9.300 orang dan 84.500 orang pulih dari serangan COVID-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.