Lockdown Wuhan Akan Dicabut Jika Tidak Ada Kasus Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para perawat dari Guizhou membawa barang mereka sebelum meninggalkan Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 17 Maret 2020. Lebih dari 42.000 pekerja medis dari seluruh Cina dikirim untuk membantu merawat pasien virus Corona di Hubei sejak virus itu merebak pada Januari lalu. Xinhua/Xiao Yijiu

    Para perawat dari Guizhou membawa barang mereka sebelum meninggalkan Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 17 Maret 2020. Lebih dari 42.000 pekerja medis dari seluruh Cina dikirim untuk membantu merawat pasien virus Corona di Hubei sejak virus itu merebak pada Januari lalu. Xinhua/Xiao Yijiu

    TEMPO.CO, Jakarta - Lockdown Wuhan akan dicabut jika tidak ada laporan kasus baru virus Corona (COVID-19) selama 14 hari berturut-turut.

    Wabah virus di Wuhan diperkirakan akan mereda pada pertengahan hingga akhir Maret, menurut laporan China Daily, dikutip dari Reuters, 20 Maret 2020.

    Namun, pengendalian penyakit yang ketat dan langkah-langkah pencegahan masih diperlukan untuk mencegah kemungkinan kasus terulang, menurut China Daily dalam laporan Kamis, mengutip ahli epidemiologi Li Lanjuan.

    Li adalah direktur Laboratorium untuk Diagnosis dan Perawatan Penyakit Menular di Cina.

    "Jika tidak ada kasus baru dari virus Corona telah dilaporkan selama 14 hari berturut-turut di Wuhan setelah kasus terakhir dilaporkan, kami percaya itu akan menjadi waktu ketika lockdown dapat dicabut secara bertahap," kata Li kepada China Daily. "Kami berharap kasus baru akan berhenti muncul pada pertengahan atau akhir Maret."

    "Setelah lockdown dilonggarkan, kita masih perlu melakukan langkah-langkah rutin untuk mencegah dan mengendalikan virus untuk mencegah kemungkinan pecahnya kembali wabah."

    Petugas polisi memberi hormat ketika seorang pekerja medis dari luar Wuhan yang akan pulang ke daerahnya, tiba di Stasiun Kereta Api, Hubei, Cina, Selasa, 17 Maret 2020. Sejumlah tenaga medis dari berbagai daerah sempat didatangkan untuk membantu penanganan corona di masa puncaknya di Hubei. REUTERS

    Wuhan, kota berpenduduk 11 juta dan ibu kota provinsi Hubei tengah, telah ditutup sejak festival Tahun Baru Imlek pada pertengahan Januari, dan tetap satu-satunya kota yang masih ditetapkan sebagai "berisiko tinggi" di provinsi itu dan tunduk pada aturan ketat larangan bepergian.

    Jumlah kematian akibat virus Corona di Hubei mencapai 3.130 pada tanggal 18 Maret, terhitung lebih dari sepertiga dari penghitungan global yang kini mencapai 8.000 kematian.

    Namun Wuhan melaporkan tidak ada kasus baru pada hari Rabu untuk pertama kalinya sejak wabah pecah. Sebelumnya Wuhan hanya melaporkan satu transmisi domestik per hari pada hari Senin dan Selasa. Sementara wilayah Hubei lain tidak memiliki infeksi baru selama hampir dua minggu.

    Secara keseluruhan, Cina daratan melaporkan lebih sedikit transmisi lokal. Terakhir dilaporkan 34 kasus baru yang dikonfirmasi pada hari Rabu, yang semuanya adalah infeksi virus Corona dari luar Cina daratan, menurut Komisi Kesehatan Nasional Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.