4 Pelaku Perkosaan Berantai di India Jalani Hukuman Mati

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mukesh Singh, pelaku perkosaan meminta pengampunan dari eksekusi hukuman mati. Sumber: Hindustan Times via Getty Images/mirror.co.uk

    Mukesh Singh, pelaku perkosaan meminta pengampunan dari eksekusi hukuman mati. Sumber: Hindustan Times via Getty Images/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat pelaku perkosaan berantai atau yang kasusnya disebut kasus Nirbhaya, menjalani hukuman mati. Mereka menghabiskan jam-jam terakhir hidup di dunia dalam ruang isolasi yang terpisah.

    Keempat pelaku perkosaan itu adalah Akshay Thakur - 31 tahun, Pawan Gupta – 25 tahun, Vinay Sharma – 26 tahun dan Mukesh Singh – 32 tahun. Mereka menjalani hukuman gantung pada Jumat pagi, 20 Maret 2020 pukul 5.30.

    Vinay Sharma, pelaku perkosaan di India, pada Minggu sore, 16 Februari menyakiti diri sendiri menjelang eksekusi mati. Sumber: OrrisaPOST

    Kasus perkosaan berantai yang mereka lakukan mendapat sorotan luas ketika mereka memperkosa seorang mahasiswi fakultas kedokteran dan menyiksanya dalam sebuah bus pada 2012 di Kota Delhi, India. Pelaksanaan hukuman gantung memakan waktu tak kurang dari dua jam setelah Mahkamah Agung menolak permohonan terakhir para terdakwa.

    “Para terdakwa tidak mengutarakan keinginan terakhir atau wasiat kepada otoritas,” kata sebuah sumber, seperti dikutip dari ndtv.com. 

    Para terdakwa itu dibangunkan pada pukul 3.30 dini hari, dimana saat itu mereka sudah mengetahui sudah tidak ada jalan lagi untuk mengajukan permohonan ke pengadilan. Mereka menolak sarapan, yang disajikan sebagai makanan terakhir sebelum dibawa ke tiang gantung. Sumber di penjara mengatakan, mereka juga tak ada yang mau mandi sebelum eksekusi mati dilakukan.

    Sebelum eksekusi mati dilakukan, dokter dikerahkan untuk mencek kesehatan keempat terdakwa. Ada lima saksi yang menyaksikan proses hukuman gantung itu dilaksanakan, diantaranya pejabat tinggi penjara tempat mereka menghabiskan sisa hidup. 

    Tiga terdakwa selama menjalani masa tahanan, melakukan pekerjaan di Penjara Tihar. Uang hasil kerja keras mereka selama dipenjara, akan dikirimkan ke keluarga. Sedangkan untuk Akshay Thakur, dia tidak bekerja sehingga hanya barang-barang peninggalannya saja yang akan diserahkan ke keluarganya.

    Sebelum dibawa ke tiang gantung, Mukesh Singh mengutarakan permohonan maaf. Jasad keempat terdakwa pelaku perkosaan itu lalu dibawa ke Rumah Sakit Deen Dayal Upadhyay untuk di autopsi dan dilakukan post-mortem sebelum dimakamkan sesuai agama masing-masing.    

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.