Tahanan Palestina di Israel Diduga Kena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Tahanan Palestina pada Kamis, 19 Maret 2020, menyebut ada empat narapidana asal Palestina yang diduga telah terjangkit virus corona atau COVID-19 di sebuah penjara Israel.

    Lembaga nirlaba itu dalam keterangannya menyebut Layanan Penjara Israel telah menginformasikan ada sejumlah tahanan yang terkena virus mematikan itu di Penjara Megiddo. Mereka diduga tertular dari seorang tahanan yang diinterograsi oleh seorang penyidik Israel di Pusat Investigasi Tikva Petah.

    “Para tahanan itu menghadapi risiko terinfeksi dari tahanan lain dan penyidik,” kata Persatuan Tahanan Palestina, seperti dikutip dari aa.com.tr.

    Petugas yang mengenakan masker berkeliling di zona karantina di Jalur Gaza, Palestina, 16 Februari 2020. Zona karantina ini dibangun untuk mengobservasi warga yang datang dari Cina untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh pada Sabtu, 14 Maret 2020, telah meminta otoritas Israel agar segera membebaskan para tahanan Palestina yang mendekam di penjara Israel. Shtayyeh menegaskan tahanan yang dibebaskan itu harus termasuk tahanan anak-anak dan mereka yang menderita penyakit kronis. 

    Menurut otoritas Palestina, ada sekitar 5 ribu warga negara Palestina yang saat ini berada di fasilitas penahanan-penahanan di Israel. Diantara mereka yang ditahan itu adalah perempuan dan anak-anak. 

    Data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut  virus corona atau COVID-19 saat ini sudah menyebar di 164 negara dan wilayah di dunia. Sedangkan data yang dikumpulkan Universitas John Hopkins di Amerika Serikat, diperkirakan ada sekitar 219 ribu kasus virus corona di seluruh dunia. Sedangkan jumlah kematian akibat virus ini hampir mencapai 9 ribu orang, namun ada 84 ribu orang berhasil pulih dari serangan virus corona.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.