Ahli Minta Masyarakat Swiss Patuhi Anjuran Pemerintah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daniel Koch, Kepala bidang komunikasi Kesehatan Masyarakat Swiss. Sumber: Reuters/asiaone.com

    Daniel Koch, Kepala bidang komunikasi Kesehatan Masyarakat Swiss. Sumber: Reuters/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Daniel Koch, Kepala Federal Kesehatan Masyarakat Swiss divisi komunikasi pada Selasa, 17 Maret 2020, mengimbau masyarakat agar memantau langkah-langkah darurat yang sudah diterbitkan Pemerintah Swiss pekan ini, termasuk larangan menggelar acara dan pertemuan. Mematuhi aturan ini penting untuk mengurangi kerusakan dan melindungi rumah sakit-rumah sakit dari ancaman kelumpuhan (operasional).

    “Orang-orang yang terinfeksi (virus corona) hari ini, bisa menyerang kita 10 hari dari sekarang. Kita harus memastikan angka infeksi turun hari ini. Sebab jika tidak, 10 hari kemudian rumah sakit-rumah sakit di Swiss tidak mampu menanganinya,” kata Koch, seperti dikutip dari asiaone.com.       

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS 

    Swiss yang berpopulasi 8,6 juta jiwa, diperkirakan hanya bisa menyediakan tempat tidur ICU seribu sampai 1.200 tempat tidur. Koch mengatakan jumlah staf terbatas untuk mengoperasikan peralatan penopang hidup seperti ventilator, yang saat ini sangat dibutuhkan Italia. Di Negara Pizza itu, ada sekitar 2.100 orang meninggal karena virus corona 

    Diperkirakan sekitar 2.650 orang terjangkit virus corona dan 19 orang berakhir dengan kematian. Jumlah itu diperkirakan akan naik dalam beberapa pekan ke depan. Angka pasti kasus virus corona di Swiss saat berita ini ditulis belum dipublikasi. 

    Koch mendukung kebijakan Pemerintah Swiss yang fokus melakukan tes pada orang-orang yang berisiko terjangkit virus corona dan mereka yang mungkin membutuhkan perawatan, ketimbang mencoba menguji setiap orang yang punya gejala ringan. Pemerintah Swiss mendesak setiap orang, umumnya mereka yang berusia muda agar melakukan isolasi diri sendiri dan tidak melakukan kontak dengan lansia atau orang-orang yang kekebalan tubuhnya rentan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.