Perintah Lockdown Tak Digubris, PM Malaysia Mohon kepada Warganya

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah meminta warga Malaysia untuk mematuhi Perintah Kontrol Gerakan (lockdown) pemerintah mulai Rabu, 18 Maret 2020.[Bernama/Astroawani]

    Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah meminta warga Malaysia untuk mematuhi Perintah Kontrol Gerakan (lockdown) pemerintah mulai Rabu, 18 Maret 2020.[Bernama/Astroawani]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin berupaya meyakinkan warga Malaysia untuk tetap di rumah selama perintah lockdown dua minggu yang mulai berlaku Rabu kemarin.

    "Saya mengatakan ini karena banyak orang kembali ke kota asalnya tadi malam. Tidak ada yang salah dengan kembali ke kota asal Anda, tapi saya melihat jalan raya penuh sesak dengan kendaraan yang menuju ke utara, selatan, timur dan barat," kata PM Muhyiddin dalam pidatonya Rabu malam, dikutip dari Malaysiakini.

    "Stasiun bus juga penuh dengan orang-orang yang ingin kembali ke kota asalnya. Ribuan dari kalian. Saya takut hanya melihat orang banyak.

    "Karena itu, saya ingin memohon pada Anda, tolong, tetap di tempat Anda," katanya.

    Tan Sri Muhyiddin Yassin meminta warga Malaysia untuk tinggal di rumah untuk "melindungi diri dan keluarga."

    Dalam pidato khusus pada Rabu malam, seperti dikutip dari The Star, perdana menteri mengatakan bahwa alasan pemerintah memberlakukan perintah kontrol gerakan (MCO) adalah untuk menghentikan orang dari beraktivitas di luar ruangan.

    "Dalam jangka waktu dua minggu, Anda dan anak-anak Anda harus menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.

    "Tinggal di rumah saja. Tidak perlu keluar kemana-mana. Dengan ini, semua orang dapat menghindari dan membantu menghentikan penyebaran wabah Covid-19 dan Insha Allah, itu akan dihentikan," kata Muhyiddin Yassin.

    Foto kombinasi Woodlands Causeway antara Singapura dan Malaysia, sebelum (atas) dan setelah Malaysia memberlakukan kuncian pada perjalanan wabah coronavirus (COVID-19) 17 Maret (atas) dan 18, 2020. REUTERS / Edgar Su

    The Straits Times melaporkan, Malaysia melaporkan 117 kasus baru virus Corona pada Rabu, dengan 80 di antaranya terkait dengan klaster Masjid Sri Petaling.

    Penghitungan itu membuat jumlah dari mereka yang dites positif untuk virus menjadi 790, kata direktur jenderal Departemen Kesehatan Malaysia Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan dalam sebuah tweet.

    Gerakan Tabligh mengadakan pertemuan massal empat hari di Masjid Jamek Sri Petaling di pinggiran Kuala Lumpur antara 27 Februari dan 1 Maret, yang melibatkan sekitar 16.000 orang.

    Mereka termasuk 1.500 orang asing, dengan beberapa tanpa sadar membawa virus pulang ke Singapura, Brunei, dan Kamboja.

    514 yang terkait dengan klaster masjid mewakili 65 persen atau hampir dua pertiga dari 790 kasus kumulatif di Malaysia.

    Pada hari Selasa, Malaysia mengumumkan dua kematian pertama dari virus Corona. Salah satu kematian virus Corona adalah seorang pria berusia 34 tahun yang menghadiri pertemuan masjid Sri Petaling, dan seorang pastor berusia 60 tahun dari Sarawak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.