Ketua Senat Brasil Terinfeksi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Senat Brasil Davi Alcolumbre.[REUTERS / Adriano Machado]

    Ketua Senat Brasil Davi Alcolumbre.[REUTERS / Adriano Machado]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Senat Brasil, Davi Alcolumbre, dinyatakan positif virus Corona (COVID-19) pada Rabu kemarin. Alcolumbre menjadi pejabat tinggi Brasil yang terinfeksi virus Corona, menurut pernyataan kantornya.

    Dikutip dari Reuters, 19 Maret 2020, Alcolumbre tidak menunjukkan gejala parah, tetapi merasa sedikit sakit dan dikarantina di rumah. Tes awal negatif, tetapi tes yang kedua ternyata positif.

    Presiden Senat Davi Alcolumbre mengatakan di media sosial yang dirinya telah didiagnosis dengan virus tetapi tidak memiliki gejala yang parah.

    Presiden Jair Bolsonaro mengatakan anggota kabinet kedua, Menteri Pertambangan dan Energi Bento Albuquerque, 61 tahun, telah dinyatakan positif terkena virus tersebut, bergabung dengan Penasihat Keamanan Nasionalnya, Augusto Heleno, 72 tahun, yang dikarantina di rumah tanpa gejala.

    Bolsonaro mengatakan dia telah melakukan tes negatif dua kali, tetapi 14 orang di rombongannya yang ke Florida 10 hari lalu telah dinyatakan positif.

    Pada Selasa, Brasil mengumumkan kematian pertama virus Corona ketika Presiden Jair Bolsonari mencemooh desakan mitigasi sebagai histeria.

    CNN melaporkan, seorang pria berusia 62 tahun yang dinyatakan positif Covid-19, meninggal pada Senin setelah empat hari dirawat di rumah sakit Sao Paulo.

    Pria itu, yang menderita hipertensi dan diabetes, tertular virus di dalam negeri, kata pejabat Brasil, memberi fakta bahwa terjadi penularan virus domestik di negara Amerika Selatan. Menurut data John Hopkins University pada 19 Maret pukul 2.33 AM, tercatat ada 372 kasus Covid-19 di Brasil.

    Presiden Brasil Jair Bolsonaro.[REUTERS]

    Dalam sebuah wawancara pada hari Minggu dengan afiliasi CNN Brasil, Bolsonaro menyebut langkah-langkah pencegahan, seperti melarang kegiatan massal sebagai "histeria," dan mengatakan bahwa ekonomi harus didahulukan. "Ketika Anda melarang sepak bola dan hal-hal lain, Anda jatuh ke dalam histeria. Melarang ini dan itu tidak akan mengandung penyebaran," katanya.

    "Kita harus mengambil langkah, virus bisa berubah menjadi masalah yang cukup serius. Tetapi ekonomi harus berfungsi karena kita tidak dapat memiliki gelombang pengangguran," tambahnya.

    Dengan meningkatnya kritik atas lemahnya penanganan krisis, Bolsonaro mengadakan konferensi pers Rabu sore dengan para menteri, yang semuanya mengenakan masker, untuk mengumumkan langkah-langkah darurat untuk mengatasi virus Corona dan menopang perekonomian, termasuk bantuan untuk keluarga yang lebih miskin dan dukungan untuk industri penerbangan yang kesulitan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.