Hari Pertama Karantina Virus Corona di Manila Filipina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean panjang untuk membeli masker di sebuah toko peralatan medis terlihat di Manila, Filipina, 31 Januari 2020. Lebih dari 14.000 orang telah tertular  dan 305 tewas akibat virus corona. REUTERS/Eloisa Lopez

    Antrean panjang untuk membeli masker di sebuah toko peralatan medis terlihat di Manila, Filipina, 31 Januari 2020. Lebih dari 14.000 orang telah tertular dan 305 tewas akibat virus corona. REUTERS/Eloisa Lopez

    TEMPO.COManila – Jutaan warga Filipina terbangun dan mulai menjalani karantina massal untuk mencegah penyebaran virus Corona di Pulau Luzon.

    Sebagian warga tidak mengetahui adanya karantina ini sehingga tetap berangkat bekerja dan terkena antrean panjang di pos pemeriksaan di perbatasan ibu kota Manila.

    “Saya perlu mencari penghasilan untuk keluarga saya,” kata Albert Santos, 42 tahun, yang merupakan pengendara mobil jip penumpang seperti dilansir Reuters pada Selasa, 17 Maret 2020.

    Santos mengaku akan coba mencari penumpang sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan uang sebelum diberhentikan petugas. “Saya tidak bisa berhenti atau mereka tidak makan.”

    Dalam sepuluh hari, jumlah korban infeksi virus Corona melonjak menjadi 142 orang dari sebelumnya hanya tiga orang. Jumlah korban meninggal sebanyak 12 orang.

    Filipina menjadi negara pertama di Asean yang mengambil langkah drastis isolasi untuk mengurangi pencegahan infeksi virus Corona.

    Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menggambarkan situasi saat ini sebagai perjuangan dalam hidup ktia setelah dia melihat pembatasan pergerakan dan pertemuan publik tidak efektif menghentikan penyebaran virus Corona di negara dengan penduduk 107 juta orang ini. 

    Jalanan Kota Manila yang biasanya ramai terlihat lengang pada hari pertama penerapan karantina ini. Hanya beberapa mobil kargo, mobil polisi dan mobil pribadi yang melewati jalanan lengang.

    Sejumlah pekerja kota terlihat membersihkan tempat publik dengan disinfektan, dan petugas terlihat berjaga di depan bank dan toko.

    Pemerintah Malaysia bakal menempuh cara yang sama pada Rabu dengan menutup perbatasan, sekolah dan mayoritas kegiatan bisnis.

    Otoritas di Kuala Lumpur juga membatasi pergerakan internal setelah melonjaknya jumlah korban infeksi dari 125 orang menjadi 553 orang.

    Nyaris dua pertiga dari kasus infeksi baru itu terkait dengan sebuah kegiatan besar di sebuah masjid.

    Sedangkan Kamboja mencatat kenaikan dua kali lipat menjadi 24 kasus infeksi virus Corona.
    Thailand menemukan 30 kasus baru sehingga jumlah totalnya menjadi 177 orang atau naik tiga kali lipat dalam sepekan.

    Kabinet Thailand menyepakati penutupan sekolah, bioskop, bar dan pusat hiburan pada Selasa untuk mencegah penyebaran virus Corona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.