Lawan Virus Corona, Malaysia Jamin Makanan Untuk Singapura Aman

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long dijadwalkan akan menghadiri ASEAN Leaders Gathering di Nusa Dua, Bali.  ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/Fikri Yusuf

    Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long dijadwalkan akan menghadiri ASEAN Leaders Gathering di Nusa Dua, Bali. ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah menyakinkan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong bahwa pasokan makanan dari Malaysia ke Singapura akan tetap berjalan, Hal itu menyusul langkah Malaysia melakukan pembatasan pegerakan sebagai upaya menekan penyebaran virus Corona (COVID-19).

    "Semalam, Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin dan saya telah berdiskusi via telepon. Saya menyampaikan kepadanya bahwa saya memahami langkah yang dia ambil dan saya mendoakan yang terbaik untuk Malaysia dalam menangani wabah virus ini," ujar PM Lee dalam keterangan persnya sebagaimana dikutip dari Channel News Asia Selasa, 17 Maret 2020.

    Selain membahas soal kepastian supplai makanan dari Malaysia, PM Lee mengaku juga membahas nasib pekerja di Singapura yang berasal dari Malaysia. Dengan diberlakukannya pembatasan pergerakan di Malaysia, PM Lee khawatir pegawai-pegawai asal Malaysia tidak bisa lagi bekerja di Singapura.

    Sebagai jalan tengah, PM Lee meminta PM Yassin untuk menimbang kemungkinan mengizinkan pekerja asal Malaysia untuk menetap di Singapura. PM Lee menambahkan bahwa pihaknya juga akan membahas hal ini dengan perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan karyawan asal Malaysia.

    "Kami tengah mengupayakan perjanjian dengan perusahaan-perusahaan setempat untuk menolong karyawan-karyawan Malaysia tersebut bisa menetap sementara di Singapura," ujar PM Lee.

    Terakhir, PM Lee mengatakan bahwa Singapura dan Malaysia telah sama-sama menunjuk menteri senior sebagai perwakilan dalam pembahasan penanganan virus Corona. Terutama, jika penanganan salah satu negara berdampak ke negara lain.

    "Kami telah sepakat menunjuk menteri senior Teo Chee Hean dan Dato Sri Ismail Sabri...Mereka sudah saling kontak. Tetapi, kemungkinan hal ini akan memakan waktu beberapa hari untuk berjalan lancar," ujar PM Lee mengakhiri,

    Sebagaimana diberitakan kemarin, PM Yassin telah memberlakukan Perintah Kawalan Pergerakan yang pada intinya membatasi pergerakan di dalam Malaysia. Beberapa di antaranya adalah melarang warga meninggalkan Malaysia dari tanggal 18-31 Maret serta melarang event-event yang mengumpulkan publik dalam jumlah besar.

    Per hari ini, total ada 553 kasus virus Corona (COVID-19) di Malaysia dan tidak ada korban meninggal. Sementara itu, di Singapura, ada 243 kasus virus Corona dan juga tanpa korban meninggal.

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.