Armenia Deklarasikan Darurat Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Armenia pada Senin, 16 Maret 2020, memberlakukan status darurat virus corona sampai sebulan ke depan. Sumber: aa.com.tr

    Armenia pada Senin, 16 Maret 2020, memberlakukan status darurat virus corona sampai sebulan ke depan. Sumber: aa.com.tr

    TEMPO.CO, Jakarta - Armenia pada Senin, 16 Maret 2020, mendeklarasikan negara itu berstatus darurat virus corona. Menteri Kesehatan Armenia Arsen Torosyan menyatakan status ini diberlakukan sampai 16 April 2020.

    Situs aa.com.tr mewartakan sejauh ini, di Armenia ada 30 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 atau virus corona. Dari jumlah itu, baru satu orang yang sembuh dan sudah keluar dari rumah sakit.     

    Ilustrasi virus corona. Sumber: koSSev

    Media lokal mewartakan saat ini sekitar 130 orang di Armenia menjalani karantina yang dipusatkan di Kota Etchmiadzin, yang terletak sekitar 20 kilometer dari Ibu Kota Yerevan. 

    Virus corona diduga menyebar pertama kali di Kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sudah mendeklarasikan wabah ini sebagai pandemik, yakni wabah penyakit yang menyebar luar bahkan lintas benua. 

    Diduga virus corona saat ini sudah menyebar ke 160 negara di dunia dan wilayah. Secara kasar diperkirakan ada 174 ribu kasus terkonfirmasi virus corona di seluruh dunia. 

    Virus corona secara global telah menewaskan lebih dari 6.600 orang. Namun ada 77.500 orang yang sembuh dari virus mematikan ini. Dari total kasus virus corona yang tercatat, lebih dari 89.500 kasus adalah kasus aktif, 93 persen dalam kondisi ringan dan 7 persen dalam kondisi kritis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.