Politisi Hong Kong Manfaatkan Virus Corona untuk Cari Suara

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah memproduksi masker di Mask Factory, di Hong Kong, Cina, 19 Februari 2020. Wabah Virus Corona di sejumlah negara membuat produski masker meningkat drastis. REUTERS/Tyrone Siu

    Pekerja tengah memproduksi masker di Mask Factory, di Hong Kong, Cina, 19 Februari 2020. Wabah Virus Corona di sejumlah negara membuat produski masker meningkat drastis. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus Corona (COVID-19) tidak menghentikan langkah politisi Hong Kong untuk mencari suara. Memanfaatkan kelangkaan masker, partai-partai yang akan bertarung di pemilu legislatif September nanti membagikan masker untuk menarik dukungan.

    "Ketersediaan masker sangatlah minim di Hong Kong sejak awal tahun di mana epidemi virus Corona mulai menyerang pusat-pusat bisnis," sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Senin, 16 Maret 2020.

    Mereka yang bertarung memperebutkan suara via bagi-bagi masker adalah partai-partai pro-demokrasi maupun pro-Beijing. Partai pro-demokrasi, yang anti-pemerintah Hong Kong, lebih dulu memulai bagi-bagi masker ketika mereka berhasil mendapatkan 1,2 juta masker dari Honduras di awal tahun 2020.

    Aksi partai-partai pro-demokrasi tersebut tentu terdengar partai-partai yang pro-Beijing. Selang seminggu, gantian mereka yang berhasil mendapatkan 1 juta masker untuk dibagi-bagikan. Politisi lokal Eason Chan yakin bahwa aksi bagi-bagi masker yang dilakukan partai pro-demokrasi telah memaksa partai pro-Beijing utnuk melakukan hal serupa.

    "Karena kami (dari partai pro-demokrasi) memulai lebih dahulu, pada akhirnya memaksa yang lain untuk ikut melakukan hal yang sama. Kubu partai pro-Beijing ingin memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan kembali dukungan masyarakat," ujar Chan.

    Perwakilan Beijing di Hong Kong membantah ada niatan politik di balik aksi bagi-bagi masker tersebut. Ia pun mengapresiasi langkah partai-partai pro-demokrasi yang lebih dulu membagikan masker.

    "Selama publik diuntungkan, tidak masalah partai lain melakukan hal tersebut (membagikan masker)," ujar Bunny Chan, politisi pro-Beijing.

    Hingga berita ini ditulis, total ada 155 kasus virus Corona (COVID-19) di Hongkong. Selain itu, untuk korban meninggal, ada 4 orang.

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.