Virus Corona, Warga Australia Protes Sekolah Tetap Buka

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga perempuan di Sydney, Australia, pada 7 Maret 2020, berkelahi rebutan tisu toilet setelah virus corona menyebar. Sumber: SCREENGRAB FROM TWITTER/asiaone.com

    Tiga perempuan di Sydney, Australia, pada 7 Maret 2020, berkelahi rebutan tisu toilet setelah virus corona menyebar. Sumber: SCREENGRAB FROM TWITTER/asiaone.com

    TEMPO.COCanberra – Warga Australia mempertanyakan keputusan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, yang tidak menutup sementara sekolah meskipun terjadi wabah virus Corona.

    Sebagian warga terutama para orang tua menyebut keputusan Morrison pasca rapat kabinet kemarin sebagai lelucon.

    “Hei @ScottMorrisonMP Anda pikir kami orang tua yang ingin anak-anak tidak sekolah akan membiarkan mereka berkeliaran di pusat perbelanjaan, bioskop dan jalanan? TIDAK, kami ingin mereka pulang ke rumah bersama kami agar keluarga kami tidak sakit. Cari saran yang lebih baik,” kata seorang netizen bernama @cathy_crawly, yang dikutip media News pada Ahad, 15 Maret 2020.

    Orang tua menanggapi keputusan Morrison yang tetap membuka sekolah dengan alasan penutupan sekolah,”Bakal membuat situasi infeksi virus Corona memburuk, bukan membaik.”

    Scott Morrison, yang berasal dari Partai Konservatif, mengakui warga merasa gelisah soal keputusan sekolah tetap buka. Dia malah menyarankan anak-anak sekolah agar menjaga jarak 1.5 meter dari satu sama lain saat berada di lingkungan sekolah.

    Ini membuat tagar #LockUsDown menjadi populer di Twitter setelah netizen mendesak Morrison memberlakukan isolasi untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona.

    Seorang netizen menanyakan kepada Morrison bagaimana caranya menjaga murid agar tetap berjarak 1.5 meter satu sama lain.

    “Baik anak-anak, Anda bisa bermain tapi harus berjarak 1.5 meter satu sama lain yaa,” kata akun @PonderingDan seperti dikutip News.

    Keputusan Morrison untuk meminta warga melakukan karantina diri sendiri membuat sebagian warga mempertanyakan efektivitasnya. Ini membuat mereka mendesak agar Morrison segera menutup pintu perbatasan masuknya pengunjung dari negara lain.

    “Bagaimana caranya mereka akan mengenali orang yang berjalan-jalan sebagai orang yang baru saja mendarat di bandara,” kata akun @SarahJMTaylor.

    Morrison juga meminta warga agar tidak saling berjabat tangan untuk menghindari penularan lewat kontak fisik. “Ini hal baru yang akan saya praktekkan. Anggota kabinet dan lainnya akan mempraktekkan ini,” kata dia.

    “Ya ampun, tidak ada lagi jabat tangan. Saya merasa lebih baik. Terima kasih PM Scott Morrison,” kata akun @sarahMitchellOz.

    Saat ini, ada 283 kasus infeksi virus Corona atau COVID-19. Lima orang meninggal dunia. Mayoritas kasus infeksi virus Corona berada di negara bagian New South Wales, yang merupakan kampung halaman Scott Morrison.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.