Disebut Sebagai Pembawa Virus Corona, Amerika Panggil Dubes Cina

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump mengumumkan respons AS terhadap pandemi virus corona COVID-19 selama pidatonya dari Oval Office Gedung Putih di Washington, AS, 11 Maret 2020. [Doug Mills / Pool via REUTERS]

    Presiden AS Donald Trump mengumumkan respons AS terhadap pandemi virus corona COVID-19 selama pidatonya dari Oval Office Gedung Putih di Washington, AS, 11 Maret 2020. [Doug Mills / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika marah dengan klaim Kementerian Luar Negeri Cina bahwa militer Amerika telah membawa virus Corona (COVID-19) ke Wuhan. Sebagai dampaknya, pemerintah Amerika akan memanggil duta besar Cina di Amerika, Cui Tiankai, untuk dimintai penjelasan.

    "Menyebarkan teori konspirasi adalah hal yang berbahaya dan tidak masuk akal. Kami ingin memperingatkan pemerintah Cina bahwa kami tidak akan mentolerir hal tersebut, baik untuk penduduk Cina maupun penduduk dunia," ujar Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dalam keterangan persnya sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu, 14 Maret 2020.

    Tuduhan tersebut awalnya dipicu saling serang antara Amerika dan Cina terkait penanganan virus Corona. Pemerintah Amerika lebih dahulu menyerang dengan mengatakan Cina lamban dalam mengendalikan penyebaran virus Corona. Selain itu, Amerika juga menuduh Cina tidak transparan terkait penyebaran virus. Hal itu, mengutuip Reuters, disampaikan oleh Penasehat Keamanan Nasional Amerika Robert O'Brien.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian, kemudian membalas via Twitter. Ia mengatakan bahwa Amerika lah yang kurang transparan dalam menangani virus Corona. Dari situ lah ia kemudian menuduh Amerika yang membawa virus Corona ke Wuhan.

    Tidak hanya Kementerian Luar Negeri Amerika yang mempermasalahkan ucapan Lijian. Hal senada juga dilakukan Kementerian Pertahanan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Alyssa Farah menyebut Cina mencoba menyebarkan kebohongan yang absurd.

    "Partai Komunis di Cina telah memilih untuk menyebarkan kebohongan dan teori konsipirasi yang absurd terkait asal-usul virus Corona (COVID-19) dan kemudian menyalahkan militer Amerika #ChinaPropaganda," ujar Farah di akun twitter biro pers Pentagon.

    Uniknya, dalam jumpa pers yang menyatakan Amerika darurat nasional virus Corona, Presiden Amerika Donald Trump tidak mempermasalahkan narasi buruk yang dibangun Cina. Menurutnya, hal itu tidak merepresentasikan diskusinya dengan Presiden Cina Xi Jinping soal penanganan virus Corona.

    "Mereka tahu virus itu datang dari mana. Kita semua tahu virus itu datang dari mana," ujar Trump soal asal usul virus Corona (COVID-19).

    Hingga berita ini ditulis, Kedutaan Besar Cina di Amerika belum memberikan komentar. 

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.