Virus Corona, Trump Deklarasi Darurat Nasional di Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga resah setelah Presiden Trump menerapkan kebijakan larangan masuk bagi pelancong atau pendatang yang baru tiba dari 25 negara di Eropa demi menekan virus corona. Sumber: Reuters

    Warga resah setelah Presiden Trump menerapkan kebijakan larangan masuk bagi pelancong atau pendatang yang baru tiba dari 25 negara di Eropa demi menekan virus corona. Sumber: Reuters

    TEMPO.COWashington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan negara dalam keadaan darurat nasional terkait penyebaran virus Corona atau COVID-19 pada Jumat, 13 Maret 2020.

    Langkah pemerintah ini membuka pintu lebih lebar untuk pengucuran dana bantuan federal dalam menangani penyebaran virus Corona, yang telah menginfeksi 138 ribu orang dan menewaskan sekitar lima ribu orang.

    “Untuk mengerahkan kekuasaan penuh pemerintah federal dalam penanganan ini, saya menyatakan secara resmi status darurat nasional. Dua kata yang sangat besar,” kata Trump kepada media di Gedung Putih seperti dilansir Reuters pada Jumat, 13 Maret 2020.

    Trump mengatakan situasi wabah virus Corona di AS bisa memburuk. Dan waktu delapan pekan ke depan menjadi masa kritis.

    WHO telah menyatakan wabah virus Corona ini sebagai pandemi atau wabah yang menyebar luas ke lebih dari seratus negara. Sejumlah negara besar seperti Italia, Spanyol dan Cina melakukan isolasi wilayah secara luas untuk melarang penduduk melakukan aktivitas bergerombol untuk menghindari penyebaran virus ini.

    Sejumlah pemerintahan di Amerika Latin seperti Peru telah menyatakan menghentikan sementara kegiatan sekolah.

    Selama ini, Trump telah menghadapi kritik dari sejumlah ahli karena dianggap terlalu lambat dan tidak efektif dalam menangani krisis ini. Dia juga dinilai menganggap remeh ancaman dari wabah virus Corona ini.

    Keputusan Trump menyatakan status darurat nasional ini terjadi dua hari setelah dia melarang penerbangan dari Eropa masuk ke AS kecuali Inggris.

    Meski memberi pengecualian kepada Inggris, Trump mengatakan bisa mengubah keputusannya karena wabah virus Corona ini berkembang cukup cepat di sana.

    Trump juga mengaku bakal menjalani pemeriksaan medis secepatnya terkait kemungkinan dia terinfeksi virus Corona.

    Baru-baru ini, foto Trump beredar dan terlihat berdiri di dekat seorang pejabat Brasil, yang belakangan diketahui terinfeksi virus Corona.

    Jumlah korban meninggal akibat infeksi virus Corona di AS berjumlah 46 orang pada Jumat pekan ini. Ini setelah enam orang meninggal di Washington State.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.