Diplomat Filipina Jadi Kasus Pertama Virus Corona di Markas PBB

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di pintu di kantor pusatnya di New York, AS.[REUTERS]

    Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di pintu di kantor pusatnya di New York, AS.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Diplomat Filipina menjadi kasus pertama virus Corona di markas PBB di New York, Amerika Serikat, setelah dinyatakan positif COVID-19 pada Kamis kemarin.

    "Sampai hari ini, diplomat Filipina sedang dikarantina, dan semua personel diperintahkan untuk melakukan karantina sendiri dan untuk mencari perawatan medis jika mereka menunjukkan gejala. Kami berasumsi bahwa kita semua telah terinfeksi," tulis penjabat Duta Besar Filipina Kira Azucena, dikutip dari Reuters, 13 Maret 2020.

    Menurut direktori daring staf diplomatik PBB, ada sekitar 12 diplomat yang mewakili Filipina di PBB, yang berada di 5th Avenue di Midtown Manhattan.

    Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mengunggah di Twitter bahwa diplomat perempuan itu masih muda dan dalam kondisi baik. "Dia baru saja kembali dari Florida," katanya.

    Diplomat yang sakit mewakili Filipina di komite urusan hukum Majelis Umum PBB. Azucena mengatakan diplomat itu terakhir berada di markas PBB pada hari Senin selama sekitar setengah jam ketika dia tidak menunjukkan gejala.

    Dia menunjukkan gejala seperti flu pada hari Selasa dan mengunjungi dokternya. "Dia mendapat telepon hari ini bahwa dia dinyatakan positif COVID-19," tulis Azucena pada hari Kamis.

    Seorang perempuan berjalan dengan masker wajah, setelah kasus virus Corona dikonfirmasi di New York, di Bandara Internasional JFK di New York, AS, 5 Maret 2020. [REUTERS / Shannon Stapleton]

    Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan diplomat Filipina itu bertemu dengan dua diplomat lainnya dan hanya mengunjungi satu ruang pertemuan PBB, yang telah dibersihkan tiga kali sejak Senin. Dia mengatakan layanan medis AS sedang menghubungi para diplomat itu.

    Beberapa pertemuan di Amerika Serikat yang direncanakan untuk hari Jumat dibatalkan setelah diagnosa, kata para diplomat.

    PBB, yang beranggotakan 193 negara, mulai menerapkan langkah-langkah pencegahan virus Corona di markas besarnya di Manhattan minggu ini, termasuk menutup akses ke publik, pembersihan yang lebih teratur, dan membatalkan beberapa pertemuan. Setengah dari beberapa ribu staf PBB yang biasanya bekerja di gedung akan bekerja dari rumah minggu depan.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus Corona sebagai pandemi. Virus Corona baru, yang mewabah di kota Wuhan Cina akhir tahun lalu, sejauh ini telah menginfeksi sekitar 125.000 orang dari 118 negara dan wilayah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.