PM Malaysia Muhyiddin Yassin Minta Maaf ke Mahathir

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mendengarkan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dalam konferensi pers menyusul deregistrasi sementara Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) di Petaling Jaya, dekat Kuala Lumpur, Malaysia 5 April 2018. [REUTERS / Lai Seng Sin]

    Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mendengarkan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dalam konferensi pers menyusul deregistrasi sementara Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) di Petaling Jaya, dekat Kuala Lumpur, Malaysia 5 April 2018. [REUTERS / Lai Seng Sin]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menulis surat terbuka berisi permintaan maaf kepada mantan perdana menteri Mahathir Mohamad atas kekacuan politik Malaysia.

    "Pertama, saya doakan Mahathir dan keluarga dalam keadaan sehat selalu. Saya ingin meminta maaf kepada Tun (Mahathir) jika ada perbuatan saya yang telah menyinggungya," kata Muhyiddin dalam konferensi pers Rabu, 11 Maret 2020.

    Hal itu diungkapkan Muhyiddin dua hari setelah dirinya mengumumkan kabinet barunya pada Senin lalu. Dalam susunan kabinet itu, ia meunjuk empat nama menteri senior di kursi pemerintahan.

    Bersamaan dengan permintaan maafnya itu, Muhyiddin meminta Mahathir untuk mendukung pemerintahan barunya, Perikatan Nasional.

    "Kami telah membentuk kabinet ini dan saya meminta (Mahathir) untuk mendukung sepenuhnya. Pemerintahan ini untuk rakyat, bersifat sah dan konstitusional." begitu bunyi pernyataan Muhyiddin yang dikutip The Straits Times, Kamis, 12 Maret 2020.

    Muhyiddin juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Mahathir yang telah berkomentar soal dirinya pada Rabu lalu. Dengan itu, Muhyiddin yakin Mahathir telah menunjukkan sedikit dukungannya untuk pemerintahan yang baru.

    Dalam laporan yang dimuat media kabar Sinar Harian, Mahathir mengatakan pemerintahan baru Muhyiddin dapat bertahan hingga pemilu berikutnya.

    "Sekarang dia resmi menjadi pemerintah, dia telah membujuk banyak orang...Saya mengetahui bahwa beberapa pendukung saya telah diangkat menjadi menteri baru, jadi mereka bertukar posisi," kata Mahathir dalam pernyataan yang dimuat Malay Mail.

    Kantor berita Bernama melaporkan Muhyiddin telah berjanji pemerintahnya akan amanah dan menolak gagasan untuk mengadakan pemilihan cepat.

    "Jika Anda ingin melakukan pemilihan cepat, saya tidak menginginkan itu. Ini bukan waktunya. Kami di sini untuk melayani masyarakat. Saya berharap semua orang, bukan hanya
    Tun (Mahathir), memberi dukungan terhadap pemerintahan sehingga kami akan melakukan yang terbaik," ungkap Muhyiddin Yassin.

    SAFIRA ANDINI | THE STRAITS TIMES | MALAYMAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.