Virus Corona, Pertemuan G7 Bakal Digelar via Konferensi Video

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump hadir dalam KTT G7 di kota Charlevoix La Malbaie, Quebec, Kanada, 8 Juni , 2018. REUTERS/Christinne Muschi

    Presiden AS Donald Trump hadir dalam KTT G7 di kota Charlevoix La Malbaie, Quebec, Kanada, 8 Juni , 2018. REUTERS/Christinne Muschi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat akan menggelar pertemuan para menteri luar negeri anggota G7 lewat video teleconference atau konferensi video. Semula, pertemuan itu bakal digelar lewat tatap muka secara langsung di Kota Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, namun diurungkan terkait penyebaran virus corona.   

    “Atas prinsip kehati-hatian, Amerika Serikat memutuskan menjadi tuan rumah pertemuan para menteri negara anggota G7 lewat  video teleconference dan bukannya pertemuan tatap muka di Pittsburg,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Morgan Ortagus, Rabu, 11 Maret 2020, seperti dikutip dari aa.com.tr.

    Suasana KTT G7 di Biarritz, Prancis, 25 Agustus 2019. REUTERS

    Kelompok 7 atau G7 adalah sebuah oranisasi internasional lintas-pemerintah bidang ekonomi. Tujuh anggota negara ini adalah Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Amerika Serikat dan Inggris.   

    Pertemuan para Menteri Luar Negeri anggota G7 ini akan diselenggarakan pada 24 Maret dan 25 Maret 2020. Keputusan untuk melakukan pertemuan lewat video teleconference dilakukan di tengah penyebaran virus corona, dimana total seluruh dunia ada lebih dari 120 ribu orang yang terjangkit virus corona. 

    Virus yang juga dinamai COVID-19 ini, pertama kali terdeteksi pada Desember 2019 di Kota Wuhan, Cina. Data dari Universitas Johns Hopkins menyebut lebih dari seribu orang di Amerika Serikat terjangkit virus corona dan 29 orang meninggal karena virus ini. Total kematian karena virus corona secara global diperkirakan 4.300 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.