Taliban Ingatkan Afghanistan Soal Pembebasan 5000 Tahanan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Ibu Negara Afganistan Rula Ghani, dan Wapres Jusuf menghadiri konferensi Kabul Peace Process di Kabul, Afghanistan 28 Februari 2018. REUTERS / Omar Sobhani

    Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Ibu Negara Afganistan Rula Ghani, dan Wapres Jusuf menghadiri konferensi Kabul Peace Process di Kabul, Afghanistan 28 Februari 2018. REUTERS / Omar Sobhani

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembebasan 5000 anggota Taliban yang ditahan oleh pemerintah Afghanistan diprediksi berjalan pada hari ini, Selasa, 10 Maret 2020. Mengutip kantor berita Reuters, Taliban bahkan sudah menyiapkan kendaraan untuk menjemput anggota-anggota mereka yang dibebaskan dari penjara Bagram.

    "Presiden Afghanistan Ashraf Ghani akan mengeluarkan surat keputusan (pembebasan) untuk paling tidak 1000 tahanan dulu pada pekan ini. Hal tersebut akan membuka pembicaraan lebih jauh antara Afghanistan dan Taliban," sebagaimana dikutip dari Reuters pada hari ini.

    Afghanistan dikabarkan tidak akan pulang dengan tangan kosong pada rencana pembebasan tersebut. Sebagai timbal baliknya, Taliban juga akan melepas personil militer Afghanistan yang mereka sandera. Dengan kata lain, pertukaran tahanan.

    Seorang anggota senior Taliban, yang tidak disebutkan namanya, membenarkan soal rencana pertukaran tahanan tersebut. Ia berkata, negosiasi antara Taliban, Afghanistan, dan pejabat Amerika sudah berlangsung di Qatar untuk memastikan pertukaran tahanan tersebut berjalan lancar.

    "Usai pembicaraan kami dengan Zalmay Khalizad (utusan khusus Amerika), di mana ia menyampaikan soal pembebasan 5000 tahanan, kami langsung mengirimkan kendaraan untuk menjemput," ujar anggota senior Taliban tersebut.

    Sebelumnya, Taliban mendesak Ashraf Ghani untuk membebaskan anggota-anggota mereka dengan klaim hal itu sudah disepakati dalam kesepakatan damai Taliban - Amerika yang difasilitasi Afghanistan. Namun, Ghani menolak karena merasa tidak ada bagian dari kesepakatan yang mengharuskannya melepas anggota Taliban. Menurut Ghani, kesepakatan damai antara Amerika - Taliban hanya memastikan bahwa negosiasi pembebasan tahanan akan difasilitasi.

    Keputusan Ghani menyebabkan pusat pemeriksaan Afghanistan beberapa kali diserang oleh Taliban. Mengutip Reuters beberapa hari lalu, Taliban diklaim menyerang pusat pemeriksaan Afghanistan hingga puluhan kali. Tujuan penyerangan, untuk mengirimkan pesan bahwa mereka ingin anggota yang ditahan segera dibebaskan.

    Rencana pembebasan itu akhirnya menemukan kejelasan ketika Ghani dilantik kembali sebagai Presiden Afghanistan kemarin. Ia menyatakan pembebasan tahanan sudah menjadi agenda jangka pendeknya dan menjanjikan hal itu akan segera beres pekan ini.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.