Singapura Deteksi 10 Kasus Baru Infeksi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa para penumpang di Bandara Changi, untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang. Foto: Roslan Rahman/AFP via Getty Images

    Petugas memeriksa para penumpang di Bandara Changi, untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang. Foto: Roslan Rahman/AFP via Getty Images

    TEMPO.COSingapura – Otoritas kesehatan Singapura melansir ada sepuluh kasus baru infeksi virus Corona atau COVID-19 pada Senin, 9 Maret 2020. Ini termasuk enam kasus baru yang terkait paparan virus Corona di klaster SAFRA Jurong.

    Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan klaster ini terkait dengan acara makan malam tertutup di Restoran Joy Garden di area SAFRA Jurong pada 15 Februari 2020. Total orang yang terinfeksi virus Corona dari klaster ini adalah 36 orang.

    Satu kasus baru infeksi virus Corona terkait dengan klaster di The Life Church and Mission di Singpura. Sedangkan tiga kasus baru lainnya berasal dari luar Singapura atau impor.

    Ini membuat total kasus infeksi virus Corona di Singapura mencapai 160 kasus.

    “Ada tiga pasien terinfeksi virus Corona yang telah diperbolehkan pulang,” begitu pernyataan dari Channel News Asia pada Selasa, 10 Maret 2020.

    Total pasien yang telah diperbolehkan pulang adalah 93 orang.

    Sedangkan 67 pasien yang masih menjalani perawatan berada dalam kondisi stabil dan membaik situasinya. Sedangkan ada 10 pasien berada dalam kondisi kritis dan dirawat di intensive care unit.

    Kementerian Kesehatan juga merilis pengumuman bahwa setiap orang asing yang menjalani perawatan infeksi virus Corona sejak 7 Maret 2020 harus membayar sendiri semua biaya.

    Ini terkait prioritas penanganan di rumah sakit di Singapura karena membengkaknya jumlah kasus infeksi virus Corona di sana dan global.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.